Jumat, 20 Oktober 2017

TRADING MALAM JUMAT

by: Ahmad Amin Udin

Forex Binary
     Malam Jum'at bagi manusia di dunia ini bisa berarti baik atau pun berkonotasi yang horor-horor, bagaimana tidak? Dalam kehidupan budaya tahayul sering sekali malam jum'at di identikan dengan segala sesuatu yang berkaitan dengan kegiatan sakral mahluk-mahluk halus. Tidak terkecuali dalam dunia forex pun sebetulnya malam jum'at merupakan malam penuh kewaspadaan dan senantiasa wait and see trading saat itu.
     Banyak pengamatan tentang kebiasaan transaksi trading di malam jumat cenderung adanya pukulan balik dari laju grafik pasangan mata uang, sehingga malam jumat bisa jadi menjadi untung besar dan bisa jadi malam penghabisan karena modal forex habis terkena margin call. Untuk pemula yang masih trading "bawangan" selalu amati dan amati perdagangan malam jum'at ini karena dengan lihai dan pahamnya situasi malam jumat pasti kepuasan di tangang trader.
     Sampai saat ini, malam Jum'at bagiku masih terus aku pelajari, pasalnya sering sekali masih mengalami kegagalan dalam melakukan trading di malam Jum'at. Banyak sekali trader memberikan saran untuk tidak melakukan trading pada akhir pekan atau tepatnya malam Jum'at, nasihat ini begitu serius hingga sangat terkesan trading forex malam Jum'at ada sesuatu yang sangat-sangat dan harus sangat sangat berhati-hati. Horor bukan.....!
     Apakah ini merupakan pengaruh dari transaksi akhir pekan? Sehingga banyak kalangan dari trader-trader kuat melakukan take profit berlebihan? Seperti biasa, ketika kita transaksi kita selalu mengalami loss atau pun profit. Terkadang terjadi gap yang lumayan besar di awal pekan, di bilang lumayan karena bisa langsung melampau target profit (TP) atau bisa juga loss, secara umum gap merupakan selisih yang besar antara harga penutupan akhir pekan dengan harga pembukaan di awal berikutnya.
     Sebagai trader pemula paling tidak kita mesti waspada pada perdagangan di malam jumat karena kebiasaan pergerakan trading malam jumat bisa mengejutkan trader. Untuk itu saya mencoba memberikan sedikit pengalaman untuk mengatasi pergerakan pasar yang ekstrim ini dengan melakukan:
  1. Memasang volum kecil, dari 0.01 - 8.00 volume transaksi yang ditawarkan kita perlu mengatur kembali dengan tujuan kewaspadaan saja kita lakukan langkah menurunkan volume yang biasa kita pasang, misalkan biasanya kita mempergunakan volume 1.00 kita turunkan menjadi 0.04.
  2. Ingat modal yang kita miliki, modal yang kita memiliki adalah sangat berarti jangan selalu memasang volume terlalu tinggi pasanglah yang tidak terlalu besar agar modal kita seimbang dengan yang kita tradingkan.
  3. Amati perdagangan dengan amat teliti, terkadang grafik yang saat ini normal-normal saja biasanya akan bergerak ekstrim tanpa sedikit pun berbalik arah dan ini bisa sampai pada penutupan trading.
  4. Gunakan navigator yang sensitif dan sesuai, mengapa demikian tidak semua navigator yang kita miliki dapat akurat mempridiksi perdagangan, misalkan dalam trading saya mempergunakan navigator Ichimoku Kinko Hiyo, CCI, Parabolic SAR, MACD dan Zigzag.
  5. Untuk menghindari swap, bisa saja kita melakukan close saat loss nya masih sedikit. Karena bila kita kita tidak segera menutup dan membiarkan berlarut-larut ditakutkan nila swap semakin besar.
  6. Tetap waspada dengan Margin Call, bagi saya margin call masih menjadi yang menakutkan, pasalnya dengan modal yang tidak seimbang dengan transaksi pasar kita yang merugi akan mengakibatkan terkuras habis dana kita, untuk itu buat antara modal dan volume kita transaksi seimbang jangan hanya mencari keuntungan besar saja tapi pikirkan modal kita jangan sampai habis.
     Demikianlah tentang apa yang terjadi pada transaksi trading pada malam Jum'at, semoga saja dengan tulisan ini aktivitas trading kita dapat semakin baik dan menjadi nomor satu. Selamat bermalam Jum'at dan Trading Sukses!Bergabung dengan Kami.


Minggu, 08 Oktober 2017

GURU INSPIRATOR

Generasi Kini, Generasi Krisis Mimpi

Menulis Bebas dan Lepas
     Tulisan ini terinspirasi dari artikel sahabat Bahren Nurdin yang berjudul "Kelas Inspirasi, Mengentaskan Krisis Mimpi". Tidak berlebihan juga jika apa yang diungkapkan sahabat Bahren tentang krisis mimpi walau pun pertama membacanya kesan ganjil muncul ada apa lagi tentang krisis? Bukankah Indonesia sudah banyak krisis, mengapa harus di tambah lagi dengan krisis mimpi?
     Jawabannya ternyata ada pada curhat seorang guru ketika menghadiri sebuah seminar motivasi Hypno-teaching, dari curhat sang guru terungkap bahwa anak-anak kita sekarang sedang mengalami krisis mimpi. Dari mana bisa generasi kita saat ini mengalami krisis mimpi? Kita kembalikan pada saat kecil dulu, tatkala ada pertanyaan dari siapa pun apa itu orang tua, saudara, bahkan teman sepermainan, selalu saja kita siap menjawab pertanyaan sederhana tentang apa cita-cita kita saat nanti beranjak dewasa.
     Dalam pengalaman selama mengajar, kenyataan ini memang benar adanya walau pun ada beberapa siswa dapat menjawab cita-citanya nanti namun jumlahnya sangat kecil di bandingkan dengan siswa yang mampu menjawab dengan cepat apa yang menjadi cita-citanya kelak. Mungkin kita menganggap sepele tentang pertanyaan cita-cita ini, mari kita kembalikan ke diri kita masing-masing. Saat ini kita sudah menjadi orang, tentu apakah kita sadar bahwa apa yang ada pada diri kita merupakan cita-cita/harapan kita pada waktu lampau?
     Secara pribadi ketika waktu kecil, jika di tanya oleh orang apa yang menjadi cita-citamu nak? Pasti saya menjawab cita-citaku ingin jadi gurunya tentara. Sekian lama pertanyaan itu telah terwujud saya jadi seorang guru dan bukannya guru tentara. Artinya mimpi untuk menjadi guru telah menjadi nyata, sedikit cerita seorang sahabat yang saat ini menjadi polisi, dalam setiap tindak tanduk sekecil apapun sampai pada cara berbusana saat latihan PRAMUKA sang sahabat ketika di tanya selalu ingin jadi polisi. Sekian lamanya sang sahabat menjadi seorang polisi, luar biasa dengan mimpi-mimpi kecil saat itu.

Butuh Inspirasi
     Generasi kita saat ini adalah generasi berbeda dengan saat kita dulu. Waktu kita kecil bila ingin bermain mobil-mobilan kita harus memulai prosesnya dari awal, yaitu dari mencari bahannya dari batang pohon pisang untuk bodi mobil hingga ban mobil dari hatinya pohon pisang serta as rodanya masih harus cari dari batang daun pepaya dan juga sepotong kayu bambu. Setelah bahan tersedia semua barulah dibentuk menjadi sebuah mobil yang siap dipergunakan untuk balapan. Inspirasi muncul dari permainan yang membutuhkan proses ini, aku besar nanti mau jadi pembalap, kalau aku ingin jadi polisi, aku ingin jadi insinyur yang bisa membuat mobil, inilah mimpi-mimpi kecil itu.
     Dari mimpi jadi kenyataan, itu pasti karena setiap apa yang diperbuat setiap dari apa yang telah di ucapkan selalu di nilai Allah sebagai do'a. Setiap dari kita harus dapat memberikan inspirasi pada calon generasi emas kita. Jika kita seorang guru paling tidak dapat menginspirasikan ke siswa bagaimana usaha Albert Einstein sampai bisa menemukan rumus terkenal, padahal sebelumnya Albert kecil adalah seorang anak yang mendo dan bebel, ternyata potensi mimpi Albert kecil dapat muncul dari mendapatkan inspirasi yang di dapat dari sang paman.
     Dalam sebuah kesempatan sahabat Bahren yang berdomisili di Jambi juga sempat menjadi Inspirator Kelas Inspirasi. Kelas Inspirasi adalah kegiatan yang mewadahi profesional dari berbagai sektor untuk ikut serta berkontribusi pada misi perbaikan pendidikan di Indonesia. Melalui program ini, para profesional dari berbagai latar belakang profesi diharuskan cuti satu hari secara serentak untuk mengunjungi dan mengajar di sekolah dasar. Kegiatan ini sangat baik dilakukan, karena sekaligus siswa bersentuhan langsung dengan mimpi-mimpi mereka. Pastilah di dalamnya muncul decak kagum dari siswa, wah sangat keren kalau aku jadi pilot, jadi dokter, jadi polisi.
 

 
      

Minggu, 01 Oktober 2017

TAHUN BARU

Beginilah Mestinya 
Memperingati Tahun Baru

Jauhkan dia dari hedonisme
     Tahun Hijriyah dikenal sebagai tahun baru umat Islam, tahun yang di awali dengan bulan Muharram, awal tahun ini biasanya identik dengan berbagai kegiatan religi mulai dari kampung, pesantren, masjid atau pun musholla sekali pun berusaha melakukan peringatan tahun baru tanpa kegiatan hura-hura. Dalam wikipedia dikenal dengan istilah Hijriyah atau Kalender Islam diartikan sebagai kalender yang digunakan oleh umat Islam, termasuk dalam menentukan tanggal atau bulan yang berkaitan dengan ibadah, atau hari-hari penting lainnya. Kalender ini dinamakan Kalender Hijriyah, karena pada tahun pertama kalender ini adalah tahun di mana terjadi peristiwa Hijriyah-nya Nabi Muhammad, SAW dari Makkah ke Madinah yakni pada tahun 622 M.  Kalender ini mempergunakan peredaran bulan sebagai acuannya, sangat berbeda dengan kalender Masehi yang mempergunakan peredaran matahari.
     Penetapan kalender Hijriyah dilakukan pada zaman Khalifah Umar bin Khattab, sama dengan kalender Masehi kalender Hijriyah juga terdiri dari 12 bulan dengan jumlah hari berkisar 29 - 30 hari. Penetapan 12 bulan ini sesuai dengan firman Allah Subhana Wata'ala, seperti dalam Al-Qur'an Surat At-Taubah Ayat 36: "Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu."
Mengakhiri Mengawali Tahun
     Saat paling baik ketika kita harus mengkoreksi segala prilaku dan perbuatan kita di masa lalu adalah saat pergantian tahun baru. Kita yang berada di Indonesia memiliki dua kalender Masehi dan Hijriyah sangatlah tepat, karena kita memiliki kesempatan untuk mengkoreksi diri dalam setahun sebanyak dua kali, namun bukan berarti kita boleh mengkoreksi hanya tiap ada tahun baru saja.
     Memperbanyak ikhtiar untuk berbuat baik dan berdoa di akhir tahun dan di awal tahun merupakan ritual rutin di setiap pergantian tahun dengan pengharapan bahwa hidup harus lebih baik dari tahun lalu termasuk kehidupan di dunia mau pun kehidupan di akhirat kelak. Sudah sewajarnya manusia berusaha untuk meraih apa yang diharapkan dengan mengawali do'a.
     Paling tidak ada tiga hal penting ketika harus mengakhiri dan mengawali awal tahun. Pertama, mensyukuri nikmat Allah, SWT yang memberikan rahmat dan hidayah kepada seluruh umat di dunia. Kedua, melakukan intropeksi diri (muhasabah), hal ini penting dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh kita mampu melakukan kebaikan pada orang lain. Ketiga, membersihkan diri (muatabah), selama setahun kita hidup dunia sudah cukup banyak us merasa ajalperbuatan yang kita lakukan dan salah satu saat yang baik melakukan pembersihan diri adalah saat pergantian tahun, dimana saat inilah manusia harus sadar bertambah tahun maka ajal semakin dekat untuk itu cepatlah melakukan pertobatan membersihkan diri.

Jauh Dari Hedonisme
     Tanpa di sadari apa yang dilakukan pada setiap pergantian tahun adalah sebuah rasa luapan gembira, dan berhura hura bila di hitung berapa investasi uang yang di hambur-hamburkan untuk acara setahun sekali, sungguh luar biasa borosnya. Menghambur-hamburkan uang pada peringatan tahun baru segera harus dilakukan penyadaran untuk umat, masih ada cara untuk mengekspresikan tahun baru tanpa harus mengeluarkan uang hingga sampai ratusan juta rupiah yang terbakar di kembang api.
     Pola hidup hedonisme sudah menjalar generasi muda kita, hedonisme merupakan pandangan bahwa kesenangan atau kenikmatan merupakan tujuan hidup dan tindakan manusia. Seorang dikatakan menganut hedonisme ketika mereka melakukan aktivitas fisik berupa mengejar modernitas dan menghabiskan banyak uang dan waktu yang dimiliki.
     Kasihan generasi penerus kita jika kita tidak sesegera mungkin mengalihkan perhatiannya akan hura-hura dalam memperingati pergantian tahun baru. Kehadiran sosok pemuda dalam tiap pergantian tahun baru dengan santun amatlah sangat berharga, peringatan tanpa terompet, tanpa asap kenalpot, perlu dikampanyekan. Tidak hanya orang tua saja yang mengkampanyekan namun juga harus di dukung oleh pemegang kebijakan dengan tidak mengeluarkan dana hanya sekedar untuk menghidupkan kembang api, meski pun di pandang spektakuler dari ribuan pasang mata ada seper sekian persennya adalah masyarakat yang masih butuh banyak bantuan. Bukan membandingkan dengan acara tahun baru lainnya, sudah selayaknya kita merubah hura-hura pergantian tahun baru dengan kegiatan positif dan menyentuh pada kepedulian sosial.

Selasa, 26 September 2017

Banyuwangi Dalam Genggaman

SMS Tanpa Server, 
Daya Tarik Pendidikan Di Banyuwangi

CBT Online
     Mendapatkan kesempatan menerima tamu jauh adalah kehormatan tersendiri bagi sebuah sekolah, terlebih penunjukkannya berdasarkan potensi yang dapat dikembangkan di sekolah tersebut. SMS Tanpa Server yang dipergunakan SMP Negeri 2 Banyuwangi merupakan hasil pengembangan riset dari programer handal yang kemudian terwujud sebuah produk website dengan kemampuan mengirim absen, info, tugas sekolah dan masih banyak lagi fitur-fitur yang di tawarkan.
     Ternyata apa yang dimiliki dan dimanfaatkan sekolah melalui layanan SMS Tanpa Server ini mampu menarik perhatian daerah lain seperti Kabupaten Pangkajene Kepulauan Sulawesi Selatan. Di tengah persaingan provider yang menawarkan SMS gratis dalam bentuk komunitas tidak membuat sekolah di Banyuwangi ikut dalam program tersebut, meskipun ada beberapa sekolah menyatakan mundur dan mengikuti program komunitas.

Banyuwangi In Your Hand
     Saat  memberikan sambutannya Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Pangkajene Kepulauan menceritakan tentang Banyuwangi yang menjadi kota kabupaten dengan gaung luar biasa di kabupaten yang memiliki ratusan pulau ini, sehingga sangatlah pantas jika nama Kabupaten Pangkajene Kepulauan atau di singkat Kabupaten Pangkep ini harus memiliki teknologi SMS Tanpa Server. Ketertarikan ini diawali dengan kondisi geografis wilayah kepulauan, kondisi tersebut tentunya banyak memakan energi berkaitan bagaimana pemerintah daerah khususnya dinas pendidikan melakukan kontrol.
     Apa yang di ungkapkan oleh Ketua Dewan Pendidikan, Bapak Ridwan bukanlah suatu alasan mengingat Banyuwangi bagi masyarakat Kabupaten Pangkep sering di sebut Banyuwangi In Your Hand. Meskipun Banyuwangi In Your Hand bukan salah satu sebutan untuk Banyuwangi, namun ungkapan tersebut menjadi bahan penyadaran bagi pendidik atau pun pemerhati pendidikan di Kabupaten Banyuwangi untuk melakukan peningkatan kualitas pendidikan di Banyuwangi.
     Banyuwangi In Your Hand merupakan aplikasi yang di luncurkan Bapak Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas sebagai aplikasi wisata dan kuliner berbasis android. Banyuwangi In Your Hand merupakan salah satu inovasi untuk memberikan kemudahan bagi wisatawan dalam mencari informasi wisata di Banyuwangi yang potensinya sungguh luar biasa.
     Tidak ada salahnya jika tulisan ini menampilkan Banyuwangi In Your Hand dengan tujuan yang tidak lain hanya untuk memberikan pencerahan serta meluruskan apa yang diketahui oleh tamu dari Kabupaten Pangkep tersebut. Banyuwangi, dengan julukan sebagai "The Sunrise of Java" sebutan ini merujuk pada posisi Geografis kabupaten di ujung pulau Jawa ini yang berakibat pada munculnya matahari di pulau Jawa diawali dari Kabupaten Banyuwangi.

Menyatukan Kepulauan
     Mengapa kunjungan Dewan Pendidikan Kabupaten Pangkep harus di Banyuwangi? Titik berat kunjungan ini sebetulnya ada rasa penasaran dari saudara kita yaitu tentang SMS Tanpa Server. Bisa kita bayangkan, bagaimana dengan sekolah entah sekolah tersebut memiliki rombongan belajar kecil atau besar harus mampu menyajikan informasi berita ke nomor handphone yang jumlahnya mulai puluhan hingga ratusan nomor.
     Tentunya cita-cita dari rombongan tersebut adalah terjalinya komunikasi bagus diantara sekian banyaknya kepulauan yang bisa saja signal internet sangatlah susah. Kita yang ada di Kabupaten Banyuwangi harus bersyukur meski pun ada beberapa daerah yang masih dalam zona blank. Salah satu suksesnya ekonomi daerah adalah lancarnya komunikasi di daerah sampai pada daerah daerah terpencil, hingga ada benarnya pemerintah menghubungkan Indonesia sebagai negara kepulauan dengan tol laut. Terbukti dengan lancarnya transportasi dapat tertekannya harga kebutuhan pokok.

Kesimpulan
     Pendidikan maju tentunya tidak hanya di pandang dengan nilai yang tinggi serta banyaknya siswa masuk di sekolah negeri. Fenomena tersebut seharusnya di tinggalkan karena bagaimanapun tidak ada sekolah yang favorit. Setiap sekolah memiliki karakteristi berbeda-beda di dalamnya. Yang menjadi daya tarik rombongan dari Kabupaten Pangkep ternyata cukup sederhana, untuk menyatukan daerah satu dengan daerah lainnya adalah komunikasi internet

Jumat, 15 September 2017

Tantangan Membentuk Karakter Siswa

Tantangan Membentuk
Karakter Siswa

     Apa yang di tulis dalam blog ini merupakan satu ungkapan dalam diri pribadi tentang segala permasalahan di sekolah yang berkaitan dengan dampak sistemik. Terlalu berlebihan jika di sebut dampak sistemik, dampak sistemik hanyalah istilah yang dipergunakan oleh teman teman pengajar dalam mengistilahkan jam pelajaran yang terganggu oleh karena kegiatan tertentu di sekolah sehingga apa yang seharusnya merupakan jam efektif di sekolah menjadi jam bebas bagi siswa.
     Kegiatan jam bebas ini seringkali memicu terjadinya kerawanan-kerawanan di kelas atau pun di luar kelas, sehingga perlu kewaspadaan tersendiri bagi sang guru untuk mencegah atau pun menanggulangi setiap kejadian di sekolah. Secara pribadi harus diakui terjadinya kekerasan dalam lingkungan sekolah terjadi karena adanya kesempatan untuk berbuat, entah menjahili teman, mem bully, berbuat onar, berbuat kerusakan, corat coret tembok termasuk melompat tembok.
     Tidak ada sekolah satu pun menghendaki kejadian tersebut, namun malang tidaklah dapat di terima longgarnya pengawasan berakibat pada munculnya persoalan negatif di sekolah. Terkadang kita memandang kasus-kasus yang terjadi disekolah biasanya merupakan bawaan, mengapa demikian? Dari banyak kasus siswa kurang mendapatkan perhatian, kasih sayang dari orang tua atau pun sering mendapatkan tindakan yang tidak menyenangkan dari rumah sehingga rasa pelarian di tuangkan dan di timpahkan ke teman sekitar.
     Banyak kejadian yang tidak terbayangkan oleh kita, yang terkadang juga tidak dapat diterima oleh orang tua tatkala kasus anak membutuhkan kehadiran orang tua, sekedar diketahui tatkala kesiswaan memanggil siswa yang kedapatan merokok disekolah hasil yang sungguh mengejutkan bagi guru bahwa orang tua memang sudah mengetahui anaknya merokok dan tidak mempermasalahkan asalkan tidak terlibat narkoba saja. Sungguh ironis bukan, apa lagi saat musim liburan banyak siswa setelah libur usai di dapati rambutnya berwarna merah atau pun mereka memiliki model rambut yang tidak layak di sebut anak sekolahan. Kasus seperti ini ketika di sinkronkan dengan orang tua pasti di luar dugaan. Untuk itulah dalam membangun sinergi antara orang tua dengan sekolah perlu di bangun dengan memandang sisi pendidikan di sekolah serta sisi pendidikan di rumah.

Membentuk Karakter
     Dalam tulisan membentuk karakter siswa ini saya tidak terlalu berat untuk membicarakan dengan berbagai bentuk tulisan tentang pendapat dari pakar, atau pun pemikiran-pemikiran yang di tulis oleh ahli pendidikan sekali pun. Saya memandang pembentukan karakter siswa di sekolah harus di kawal penuh dengan melibatkan seluruh stakeholder sekolah. Pasalnya tanpa melibatkan seluruh stakeholder sekolah hanyalah sebuah keniscayaan saja.
     Salah satu tantangan membentuk karakter siswa terkadang juga terbentur oleh kekawatiran orang tua sendiri, misalkan dalam pembiasaan di sekolah ada kegiatan Sholat Dhuha dan pembiasaan Sholat Dhuhur. Ada salah satu orang tua yang merasa khawatir dengan putranya yang rajin sholat. Saya berfikir tidak semua usaha positif sekolah mendapatkan respon baik dari sekolah dan justru sebaliknya.
     Menurut pemikiran pribadi saya, di sekolah ada dua karakter yang diupayakan terus menerus untuk membentuk kepribadian yang utuh, yaitu nasionalisme, dan  religi. Dengan nasionalisme, diharapkan rasa cintah tanah air, rasa bela tanah air menjadi tumbuh dengan upacara bendera hari senin, dan hari-hari nasional. Bahkan yang terakhir mendikbud mencanangkan pengibaran bendera harus mempergunakan sampai tiga stanza dimana sampai saat ini lagu Indonesia Raya hanya di nyanyikan dalam satu stanza saja. Pembentukan karakter religi, dibentuk dalam pembiasaan membaca kitab suci, Sholat Dhuha dan Sholat Dhuhur berjama'ah.
     Membentuk karakter hanya dua saja? Apa bisa? Kita jangan memandang hanya dua karakter saja, namun perluasan makna yang ada di dalamnya itulah yang penting, jika siswa membuang sampah sembarangan secara logika tidak disiplin namun usaha membuang sampah adalah norma-norma negatif dari diri siswa dalam prespektif religi. 
     



Sabtu, 01 Juli 2017

REUNI 2017

Mengenang Bait Nostalgia

Gita Cinta Bersama Istriku
     Masih aku ingat kalimat dalam tinta yang mengatakan "biarlah perasaan yang sama pada diri kita dihempas ombak secara berlahan" yang kini sudah menjadi abu terbang termakan angin. Aku pun menerima apa yang sudah tergariskan dalam garis gambar tanganku, namun bukan berarti aku tidak kecewa, kecewa tetap kecewa, tapi kecewa tetap kupendam sedalam mungkin hingga aku harus terlarut mencari bidadari yang mungkin sama dengan dirinya. Namun itu tak pernah berhasil dan selalu tidak berhasil karena satu, dua bidadari terlepas satu per satu hingga aku bertemu bidadariku terakhir yang kini bersamaku dan semoga menjadi penyejuk mataku hingga akhir hayatku.
     Aku akui aku adalah mahluk yang selalu tidak serius begitu kalimat yang aku ungkapkan ternyata hanya mengambang dan mungkin membuat bidadariku tidak dapat tidur, lucu saat itu dia salah tingkah dan aku pun menjaga jarak, hingga akhirnya di sekolah aku menjadi "sastrawan ghoib" karyaku berupa puisi, cerpen menghiasi mading sekolah lucu sekali jika  aku mengingatnya.
     Hari berlalu hingga menjadi ratusan hari aku lalui, banyak teman merasa bingung jika melihat hubunganku dengan bidadariku, 
"Ini jadian apa nggak sih?".
"Yang satu memberi lampu hijau, yang satunya kasih lampu merah."
Dalam hatiku, aku juga bingung. Seperti terkena penyakit kronis saja, aku pun tidak begitu memperdulikannya biarlah aku jadi aku, biarlah bidadariku tetap menjadi dirinya. Inilah kadang yang menjadi bagaian dari apa yang dikatakan dengan kalimat, "aku selalu tidak bisa serius". Surat yang aku jadikan abu itu juga cukup jelas apa yang bidadariku rasakan saat itu, namun api sudah terlanjur memakan kertas, nasi pun menjadi bubur, jalani dan jalani saja hidup ini bagaikan air kadang harus beriak di tanah yang dangkal dan bergemuruh di tengah arus yang kuat.Sampai saat ini pun aku berusaha bahwa aku dan bidadariku belum pernah jadian, kalau dipaksa ya aku pun mengatakan,
"Aku hanyalah TTM, Teman Tapi Mesrah", Bagiku jawaban ini sangat pas dan apa adanya.
     Sampai pada akhirnya aku bertemu dengan sahabat kecilku, tigapuluh tahun lamanya tidak bertemu. Di waktu begitu canggihnya pengetahuan yang menghasilkan mahakarya berupa internet dengan berbagai software aplikasi turunannya membawa pada sebuah pertemuan yang penuh kejutan. Bagaimana tidak penuh kejutan, sahabat kecilku ini membuat jantungku semakin berdetak dan melambungkan suasana hati yang sudah terhempas ini. "Aduh ini yang namanya membuka luka lama, sakitnya tuh disini".
     Ternyata sampai begitu jauhnya sebuah curahan masalah yang terpendam jauh di lubuk hati dapat terungkap namun aku tidak begitu antusias bukan karena apa, jalan hidup sudah ada pada jalurnya masing-masing kenyataan tidak dapat ditutupi lagi, sehingga inilah rahasia Allah yang disebut dengan takdir aku tidak ingin merubah apa yang di katakan dengan takdir aku tak ingin berusaha merubahnya walau sebuah kalimat suci mengatakan nasib bisa berubah asalkan kita berusaha.