Jumat, 15 September 2017

Tantangan Membentuk Karakter Siswa

Tantangan Membentuk
Karakter Siswa

     Apa yang di tulis dalam blog ini merupakan satu ungkapan dalam diri pribadi tentang segala permasalahan di sekolah yang berkaitan dengan dampak sistemik. Terlalu berlebihan jika di sebut dampak sistemik, dampak sistemik hanyalah istilah yang dipergunakan oleh teman teman pengajar dalam mengistilahkan jam pelajaran yang terganggu oleh karena kegiatan tertentu di sekolah sehingga apa yang seharusnya merupakan jam efektif di sekolah menjadi jam bebas bagi siswa.
     Kegiatan jam bebas ini seringkali memicu terjadinya kerawanan-kerawanan di kelas atau pun di luar kelas, sehingga perlu kewaspadaan tersendiri bagi sang guru untuk mencegah atau pun menanggulangi setiap kejadian di sekolah. Secara pribadi harus diakui terjadinya kekerasan dalam lingkungan sekolah terjadi karena adanya kesempatan untuk berbuat, entah menjahili teman, mem bully, berbuat onar, berbuat kerusakan, corat coret tembok termasuk melompat tembok.
     Tidak ada sekolah satu pun menghendaki kejadian tersebut, namun malang tidaklah dapat di terima longgarnya pengawasan berakibat pada munculnya persoalan negatif di sekolah. Terkadang kita memandang kasus-kasus yang terjadi disekolah biasanya merupakan bawaan, mengapa demikian? Dari banyak kasus siswa kurang mendapatkan perhatian, kasih sayang dari orang tua atau pun sering mendapatkan tindakan yang tidak menyenangkan dari rumah sehingga rasa pelarian di tuangkan dan di timpahkan ke teman sekitar.
     Banyak kejadian yang tidak terbayangkan oleh kita, yang terkadang juga tidak dapat diterima oleh orang tua tatkala kasus anak membutuhkan kehadiran orang tua, sekedar diketahui tatkala kesiswaan memanggil siswa yang kedapatan merokok disekolah hasil yang sungguh mengejutkan bagi guru bahwa orang tua memang sudah mengetahui anaknya merokok dan tidak mempermasalahkan asalkan tidak terlibat narkoba saja. Sungguh ironis bukan, apa lagi saat musim liburan banyak siswa setelah libur usai di dapati rambutnya berwarna merah atau pun mereka memiliki model rambut yang tidak layak di sebut anak sekolahan. Kasus seperti ini ketika di sinkronkan dengan orang tua pasti di luar dugaan. Untuk itulah dalam membangun sinergi antara orang tua dengan sekolah perlu di bangun dengan memandang sisi pendidikan di sekolah serta sisi pendidikan di rumah.

Membentuk Karakter
     Dalam tulisan membentuk karakter siswa ini saya tidak terlalu berat untuk membicarakan dengan berbagai bentuk tulisan tentang pendapat dari pakar, atau pun pemikiran-pemikiran yang di tulis oleh ahli pendidikan sekali pun. Saya memandang pembentukan karakter siswa di sekolah harus di kawal penuh dengan melibatkan seluruh stakeholder sekolah. Pasalnya tanpa melibatkan seluruh stakeholder sekolah hanyalah sebuah keniscayaan saja.
     Salah satu tantangan membentuk karakter siswa terkadang juga terbentur oleh kekawatiran orang tua sendiri, misalkan dalam pembiasaan di sekolah ada kegiatan Sholat Dhuha dan pembiasaan Sholat Dhuhur. Ada salah satu orang tua yang merasa khawatir dengan putranya yang rajin sholat. Saya berfikir tidak semua usaha positif sekolah mendapatkan respon baik dari sekolah dan justru sebaliknya.
     Menurut pemikiran pribadi saya, di sekolah ada dua karakter yang diupayakan terus menerus untuk membentuk kepribadian yang utuh, yaitu nasionalisme, dan  religi. Dengan nasionalisme, diharapkan rasa cintah tanah air, rasa bela tanah air menjadi tumbuh dengan upacara bendera hari senin, dan hari-hari nasional. Bahkan yang terakhir mendikbud mencanangkan pengibaran bendera harus mempergunakan sampai tiga stanza dimana sampai saat ini lagu Indonesia Raya hanya di nyanyikan dalam satu stanza saja. Pembentukan karakter religi, dibentuk dalam pembiasaan membaca kitab suci, Sholat Dhuha dan Sholat Dhuhur berjama'ah.
     Membentuk karakter hanya dua saja? Apa bisa? Kita jangan memandang hanya dua karakter saja, namun perluasan makna yang ada di dalamnya itulah yang penting, jika siswa membuang sampah sembarangan secara logika tidak disiplin namun usaha membuang sampah adalah norma-norma negatif dari diri siswa dalam prespektif religi. 
     



Sabtu, 01 Juli 2017

REUNI 2017

Mengenang Bait Nostalgia

Gita Cinta Bersama Istriku
     Masih aku ingat kalimat dalam tinta yang mengatakan "biarlah perasaan yang sama pada diri kita dihempas ombak secara berlahan" yang kini sudah menjadi abu terbang termakan angin. Aku pun menerima apa yang sudah tergariskan dalam garis gambar tanganku, namun bukan berarti aku tidak kecewa, kecewa tetap kecewa, tapi kecewa tetap kupendam sedalam mungkin hingga aku harus terlarut mencari bidadari yang mungkin sama dengan dirinya. Namun itu tak pernah berhasil dan selalu tidak berhasil karena satu, dua bidadari terlepas satu per satu hingga aku bertemu bidadariku terakhir yang kini bersamaku dan semoga menjadi penyejuk mataku hingga akhir hayatku.
     Aku akui aku adalah mahluk yang selalu tidak serius begitu kalimat yang aku ungkapkan ternyata hanya mengambang dan mungkin membuat bidadariku tidak dapat tidur, lucu saat itu dia salah tingkah dan aku pun menjaga jarak, hingga akhirnya di sekolah aku menjadi "sastrawan ghoib" karyaku berupa puisi, cerpen menghiasi mading sekolah lucu sekali jika  aku mengingatnya.
     Hari berlalu hingga menjadi ratusan hari aku lalui, banyak teman merasa bingung jika melihat hubunganku dengan bidadariku, 
"Ini jadian apa nggak sih?".
"Yang satu memberi lampu hijau, yang satunya kasih lampu merah."
Dalam hatiku, aku juga bingung. Seperti terkena penyakit kronis saja, aku pun tidak begitu memperdulikannya biarlah aku jadi aku, biarlah bidadariku tetap menjadi dirinya. Inilah kadang yang menjadi bagaian dari apa yang dikatakan dengan kalimat, "aku selalu tidak bisa serius". Surat yang aku jadikan abu itu juga cukup jelas apa yang bidadariku rasakan saat itu, namun api sudah terlanjur memakan kertas, nasi pun menjadi bubur, jalani dan jalani saja hidup ini bagaikan air kadang harus beriak di tanah yang dangkal dan bergemuruh di tengah arus yang kuat.Sampai saat ini pun aku berusaha bahwa aku dan bidadariku belum pernah jadian, kalau dipaksa ya aku pun mengatakan,
"Aku hanyalah TTM, Teman Tapi Mesrah", Bagiku jawaban ini sangat pas dan apa adanya.
     Sampai pada akhirnya aku bertemu dengan sahabat kecilku, tigapuluh tahun lamanya tidak bertemu. Di waktu begitu canggihnya pengetahuan yang menghasilkan mahakarya berupa internet dengan berbagai software aplikasi turunannya membawa pada sebuah pertemuan yang penuh kejutan. Bagaimana tidak penuh kejutan, sahabat kecilku ini membuat jantungku semakin berdetak dan melambungkan suasana hati yang sudah terhempas ini. "Aduh ini yang namanya membuka luka lama, sakitnya tuh disini".
     Ternyata sampai begitu jauhnya sebuah curahan masalah yang terpendam jauh di lubuk hati dapat terungkap namun aku tidak begitu antusias bukan karena apa, jalan hidup sudah ada pada jalurnya masing-masing kenyataan tidak dapat ditutupi lagi, sehingga inilah rahasia Allah yang disebut dengan takdir aku tidak ingin merubah apa yang di katakan dengan takdir aku tak ingin berusaha merubahnya walau sebuah kalimat suci mengatakan nasib bisa berubah asalkan kita berusaha.
     

Jumat, 23 Desember 2016

Profit Opsi Binary

Mempelajari Untung Rugi
Sistem Trading Binary
oleh: Ahmad Amin Udin, S.Pd, S.ST

Trading opsi Binary memiliki resiko tinggi dan mungkin tidak cocok untuk semua investor. 
Pastikan untuk memahami berbagai resiko yang terlibat termasuk mempertimbangkan tujuan, 
situasi keuangan, kebutuhan dan tingkat pengalaman trading Anda. (Binary.com)
Profit Opsi Binary
     Normal bagi kita manusia untuk selalu mencari untung dalam setiap bisnis, tidak terkecuali ketika kita bekerja dalam sebuah permainan valas khususnya trading dengan mempergunakan opsi binary. Tidak sedikit para trader pemula merasa "tertipu" ketika terjun ke dalam dunia trading, karena ada beberapa istilah yang tidak dipahami seperti adanya "margin call".
     Perlu di ketahui yang dimaksud margin call adalah keadaan atau kondisi dimana sisa dana yang digunakan untuk menahan pergerakan market tidak mencukupi lagi. Anda akan mengalami margin call apabila transaksi anda mengalami kerugian, untuk itu sangat perlu diperhatikan ketika melakukan trading khususnya dalam sistem forex, perhatikan balance modal yang anda miliki dengan kondisi keuangan yang saat itu di dalam posisi OP (open posisi) pastikan cadangan dana modal anda kuat dalam menyangga kerugian jika tidak maka seluruh modal anda akan habis.
     Dalam sistem trading mempergunakan opsi binary juga perlu kehati-hatian, meski pun saya mempergunakan sistem indeks volatilitas digit, saya tetap berhati-hati karena salah satu ciri dari opsi binary sistem indeks volatilitas digit memiliki resiko kerugian hingga sepuluh kali lipat dari modal yang kita buat OP. Misalkan kita mempergunakan modal sebesar 3 dollar dengan keuntungan sebesar 0.28 dollar maka jika kalah (loss) kita bisa rugi sebesar 2.8 dollar luar biasa bukan kerugiannya?
     Namun bukan berarti tidak ada celah untuk menang, banyak opsi profit yang saya lakukan termasuk:
  1. mempergunakan waktu-waktu yang diperhitungkan dalam pasar selalu profit seperti pada pukul 07.00-09.00, pukul 12.00-14.00 dan pukul 20.00-22.00, semuanya bisa saja profit tapi belum cukup kalau kita tidak melakukan survei berulang-ulang dalam account virtual. Ternyata waktu yang paling oke untuk trading di opsi waktu sore hingga malam hari.
  2. perhatikan prosentase dengan modal yang dimiliki, semakin kecil prosentase yang kita jadikan untuk open posisi semakin kecil resiko rugi. "Ingat, sekali rugi kita bisa kehilangan modal sepuluh kali lipatnya", pastikan kita mempergunakan prosentase sebesar 5% - 10% saja.
  3. salah satu faktor yang membuat kita sering loss adalah kita sering melakukan open posisi, pastikan rentang waktu untuk OP dibatasi, jangan sering-sering melakukan OP cukup sekali login lakukan OP dua atau tiga kali OP saja.
  4. perhatikan perubahan statistik pasar jika terlalu sering dan ekstrim perubahannya cepatlah untuk keluar.
  5. sekali loss atau pun profit segeralah sebisa mungkin untuk keluar, agar kita tidak tergoda untuk OP lagi.
Demikianlah salah satu cara bagi saya untuk memelihara keuntungan dalam opsi binary, mempergunakan system indeks volatilitas digit, semoga bermanfaat bagi kita semua. Salam Profit...!
    


Rabu, 21 Desember 2016

Jam Mengajar Guru

Jam Mengajar
Dari Waktu Ke Waktu

SMP Negeri 2 Banyuwangi
     Semenjak diluncurkannya sertifikasi guru, jumlah jam mengajar begitu berharganya hingga kesenioran seorang guru harus menjadi sebuah standart untuk diprioritaskan mendapatkan jumlah 24 jam. Sewaktu belum adanya sertifikasi guru jumlah jam mengajar seorang guru hanyalah 18 jam begitu lebih jam sisa di berikan pada guru tidak tetap (GTT) yang selanjutnya atas dedikasinya dalam mengajar seorang GTT mendapatkan kelebihan jam mengajar dan dihargai dengan turunnya insentif kelebihan mengajar. Untuk saat ini sangat susah mendapatkan kelebihan jam karena kewajiban mengajar 24 jam sudah menjadi satu keharusan bagi guru yang sudah bersertifikasi. Ketentuan ini sebetulnya banyak memakan korban dari guru GTT bahkan guru PNS sekali pun karena yunior harus beralih mengajar bidang studi lainnya yang masih berpeluang mendapatkan 24 jam pelajaran bahkan sampai harus melakukan imbas ke sekolah lain, kenyataan yang terjadi hanyalah untuk sekedar memenuhi hak saja tanpa di imbangi sebuah kewajiban yang dapat dipertanggungjawabkan.
     Pola pembagian jam mengajar dengan memperhayang mendatikan tanggungjawab atas kinerja guru sudah ada sejak munculnya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) namun wacana seperti dihargainya  2 jam pelajaran untuk guru yang menjadi pembina OSIS, pembina ekskul, guru piket, hanya berhenti di tingkat peraturan menteri saja karena kenyataan di daerah tidak pernah terealisasikan. Kenyataannya beban mengajar bagi seorang guru yang mendapatkan tugas tambahan teramatlah berat, bayangkan dengan mengajar wajib 24 jam mengajar masih harus bertanggungjawab atas wali kelas, pembina OSIS mau pun pembina ekskul, memang kelihatan sederhana hanya 24 jam namun kenyamanan pelayanan pada siswa yang sulit terpenuhi karena dengan sendirinya seorang guru lebih memperhatikan tugas wajib bertatap muka di kelas daripada harus memperhatikan perihal yang tidak dihargai dalam jumlah jam.
     Keharusan seorang guru memiliki 24 jam mengajar hanya menjadi beban bagi seorang guru, sangat elok sekali jika ada rentang jumlah jam mengajar misalkan antara 18 jam sampai 24 jam tatap muka selebihnya bisa di tambah atau pun dikurangi dengan tugas tambahan yang terpenting ekuivalensi jam mengajar guru harus tidak menyebabkan kesenjangan dan masalah baru bagi guru. Aturan tentang jam mengajar guru harus mampu memecahkan permasalahan di daerah dengan tanpa meninggalkan penafsiran tentang jam yang berbeda-beda, hal ini mengingatkan karena aturan otonomi daerah seringkali apa yang menjadi peraturan pemerintah atau pun peraturan menteri ternyata dapat di anulir oleh pemerintah daerah.
Pada era globalisasi ini, peran guru sebagai ujung tombak pendidikan memang memerlukan waktu luang untuk mengembangkan dirinya, sangat masuk akal luang waktu yang ada dapat dipergunakan untuk meningkatkan kualitasnya misalkan karena ada waktu luang guru pasti dapat berkuliah ke jenjang lebih atas lagi, atau guru bisa berkarya dengan mengasah kemampuannya dalam tulisan atau pun karya tulis, dan bahkan guru mampu untuk berkompetisi dalam pembuatan karya ilmiah mau pun media pembelajaran karena waktu luang memang disediakan.
     Salah satu upaya untuk mengejar ekuivalensi jumlah jam mengajar adalah dengan pertama, memberikan rentang jumlah jam mengajar dan juga menghargai tugas tambahan seorang guru, jika ternyata pemberlakuan aturan tersebut masih dirasa belum memecahkan masalah jam mengajar sebaiknya sebuah aturan tidaklah harus terlalu kaku, misalkan jika seorang guru memiliki dua tugas tambahan maka yang diakui hanya satu tugas tambahan saja. Terkadang aturan yang seperti inilah yang membuat kegaduhan karena terlalu banyak syarat yang harus dijalankan. Kedua, mengatur kembali aturan linierisasi. Kenyataan di daerah banyak guru yang harus memenuhi 24 jam dengan mengajar dua mata pelajaran yang tidak linier dengan ijazah, sebetulnya jika aturan linierisasi tidak diatur dengan baik banyak sekolah yang salah satu mata pelajarannya tidak ada gurunya. Ketiga, imbas sebagai salah satu cara yang paling berat untuk dilakukan oleh sekolah tetap di berlakukan.

Selasa, 08 November 2016

Guru Pembelajar

Mencari Hikmah Dibalik GP
oleh: Ahmad Amin Udin, S.Pd, S.ST

SMP Negeri 2 Banyuwangi: Belajar Menyenangkan
     Begitu digulirkan program guru pembelajar sudah mendapatkan kritikan yang tajam dari  kalangan guru terlebih setelah lengsernya Mendikbud Anies Baswedan seakan-akan semakin jelas bahwa program guru pembelajar hanyalah sebagai pemenuhan proyek saja. Benar tidaknya apa yang berkembang di masyarakat tentulah kita harus menyadari bagaimana pun program dari pemerintah adalah sepenuhnya untuk membantu guru dalam memperbaiki kualitas guru setelah tahu hasil dari UKG. Secara pribadi tidak semua guru tidak setuju hadirnya program guru pembelajar ini, sepenuhnya guru yang berfikiran positif harus mendukung sepenuhnya, mengapa demikian? Karena di balik "susahnya" guru yang ikut program guru pembelajar terselip tujuan memudahkan guru memperbaiki kualitasnya setelah UKG.
     Keluhan dari guru yang mengikuti program tatap muka, daring kombinasi dan daring sangat dirasa "menyusahkan" guru yang mengikutinya sehingga dirasa tiga moda program guru pembelajar di nilai tidak efektif. Tidak efektifnya karena beberapa hal pertama, guru merasa semakin bertambah beban aktivitas yang harus dilakukan selain sibuk mengikuti diantara tiga moda guru pembelajar guru juga harus masih bersibuk ria mengurus siswa. Kedua, di kalangan guru masih muncul adanya temuan ketidak sepahaman antara guru dengan instruktur nasional salah satu contoh adanya ketidak sesuaian bahasan pada guru pembelajar Bahasa Indonesia tentang kalimat utama untuk guru SMA. Ketiga, problem penggunaan media informasi dan teknologi informasi masih menjadi pekerjaan yang harus diselesaikan dulu, pasalnya salah satu gagalnya UKG adalah kurang menguasainya guru pada bidang teknologi informasi. Keempat, website yang tersedia terlalu rumit untuk bisa di pahami oleh guru dengan minim pengalaman penggunaan teknologi informasi terutama bagaimana melakukan penyimpanan data sebelum dilakukan upload data sesuai tuntunan. Dari keempat permasalah ini muncullah tanda-tanda bahwa kegiatan program guru pembelajar tidak efektif.
     Ketidakefektifan dari program guru pembelajar dapat ditutup dengan handalnya seorang instruktur nasional yaitu seorang instruktur nasional yang benar-benar mampu dan teruji kebenarannya di lingkunngan sekolah, terlebih diyakini seorang instruktur nasional telah memenuhi total syarat sangat baik dari empat kompetensi guru yakni profesional, akademik, sosial dan kepribadian. Masih adanya temuan materi yang menjadi masalah pertentangan di tengah-tengah guru dan susahnya guru dalam memahami aplikasi website guru pembelajar merupakan salah satu bentuk alasan seleksi lebih ketat untuk instruktur nasional yang harus bisa lebih menguasai materi mau pun penggunaan media aplikasi website guru pembelajar karena instruktur nasional berada di garda paling depan.
     Masalah ketika guru meninggalkan kelas saat melakukan moda tatap muka dan daring kombinasi kelihatannya jamak terjadi di setiap sekolah, ada satu cara untuk menghindari guru tidak meninggalkan kelas yaitu melakukan dokumentasi pembelajaran tatap muka dengan berbagai bentuk model pembelajaran. Cara seperti ini dapat dilakukan oleh pihak sekolah membentuk tim belajar dengan mata pelajaran yang serumpun atau memanfaatkan aktivitas MGMP sekolah atau bisa juga dengan melakukan model lesson study. Seperti yang di pahami bahwa lesson study merupakan model pembinaan (pelatihan) profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berdasarkan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar.
     Guru memiliki gaya mengajar dan metode mengajar yang berbeda-beda masing-masing memiliki karakteristik sendiri, belum tentu guru yang dalam UKG di bawah nilai Kriteria Capaian Minimal (KCM) bukan guru pandai begitu pula sebaliknya. Hasil baik dan buruknya UKG banyak faktor yang melandasinya, masalah pencapaian UKG yang semakin baik jika nilai KCM guru meningkat bukan berarti kualitas gurunya meningkat, hal ini hanyalah satu harapan saja dengan adanya program guru pembelajar diharapkan adanya peningkatan kualitas guru yang secara automatis UKG dapat diperbaiki melalui program guru pembelajar sehingga tetap tujuan dari program guru pembelajar hanyalah untuk memperbaiki nilai UKG yang di bawah nilai KCM.
     Selama ini berbagai bentuk dan pola menilai kinerja guru di lakukan namun hasilnya hanya menuai kegagalan bukannya program penilaian yang salah, namun kriteria pelaksanaan penilaian kinerja guru di tingkat bawah yang masih belum optimal dilaksanakan. Sangat baik kiranya penilaian kompetensi profesional guru di dapat langsung ketika guru mengajar, yang tentunya perlu persiapan dan teknis pelaksanaan serta pendokumentasiannya, terlebih lagi hasil dari penilaian langsung menjadi bahan pertimbangan yang nilainya lebih besar dari penilaian tes tulis.
     Tidaklah benar tatkala ada program perbaikan kinerja guru selalu disertai ancaman pencabutan TPP meskipun hanya isue namun layak diapresiasi, jika benar terjadi tidak salah seorang guru tidak mau menjalankan tugas mengajar 24 jam. Alasannya, daripada kalah hormat karena dianggap tidak profesional lebih baik dan terhormat tidak mengajar 24 jam, itu artinya lebih baik TPP dicabut karena mengajar kurang dari 24 jam daripada dianggap tidak profesional.

Ruang Terbuka Hijau Banyuwangi



Menyayangi RTH Sepenuh Hati
Oleh: Ahmad Amin Udin

RTH Publik
Ruang Terbuka Hijau (RTH) dalam pasal 1 angka 31 Undang-Undang No. 26 Tahun 20017 Tentang Penataan Ruang diartikan sebagai area memanjang/jalur dan/atau mengelompok yang penggunaannya lebih bersifat terbuka, tempat tumbuh tanaman, baik yang tumbuh secara alamiah, mau pun yang sengaja di tanam. Klasifikasi Ruang Terbuka Hijau (RTH) dapat dibagi menjadi Kawasan hijau pertamanan kota, kawasan hijau hutan kota, kawasan hijau rekreasi kota, kawasan hijau kegiatan olah raga, kawasan hijau pemakaman,
RTH bagi masyarakat Banyuwangi khususnya wilayah perkotaannya merupakan satu kebutuhan yang memang harus disediakan oleh pemerintah daerah mengingat dalam perundangan disebutkan wilayah perkotaan setidaknya memiliki 30% dari luas wilayah kota dan RTH publik 20% dari luas wilayah kota. Setidaknya kota Banyuwangi sudah berusaha memenuhi target prosentase ketentuan RTH seperti adanya Taman Sritanjung, RTH Sayu Wiwit, Taman Blambangan serta RTH publik berusaha untuk memenuhi bagaian 20% luas wilayah kota, mari kita lihat kantor-kantor pemerintahan sudah tampil cantik, hijau dan nyaman.

Kwalifikasi dan Fungsi RTH
Bagi masyarakat, dibangunnya fasilitas RTH memiliki azaz manfaat yang luar biasa manfaatnya sehingga terbangunnya RTH harus juga diikuti peran serta masyarakat karena kwalifikasi RTH telah terangkum menjadi satu kesatuan bahwa RTH harus memenuhi beberapa kwalifikasinya sebagai taman kota, hutan kota, sarana rekreasi dalam kota, sarana olah raga, kawasan hijau pemakaman, ruang terbuka hijau yang produktif, kawasan jalur hijau, dan kawasan pekarangan.
Bagi masyarakat di lingkungan perkotaan bentuk kwalifikasi RTH memiliki fungsi sebagai kawasan hijau taman kota dan kawasan hijau lapangan olah raga. Taman kota dibutuhkan karena memiliki hampir semua fungsi RTH, sedangkan lapangan olah raga hijau memiliki fungsi sebagai sarana untuk menciptakan kesehatan masyarakat selain itu bisa difungsikan sebagaian dari fungsi RTH lainnya.
Tidaklah asing bagi masyarakat Banyuwangi karena begitu familier dengan fungsi RTH misalkan di area RTH Taman Blambangan yang dipenuhi dengan kelengkapan alat olah raga serta tempat aktivitas untuk jogging, bermain bola basket, bola volley, serta area bermain roller scooting. Taman Sritanjung juga dilengkapi sarana untuk memudahkan penyandang cacat memasuki kawasan taman, area bermain, dan belajar. RTH Sayu Wiwit merupakan RTH yang berada di depan pusat pemerintahan dilengkapi fasilitas wifi yang dapat digunakan sebagai sarana belajar dan mencari informasi.

Berubahnya Fungsi RTH
Sudah pasti peranan RTH begitu vital bagi nadi kehidupan di perkotaan, kehadirannya memiliki peranan penting yang tidak harus dinikmati oleh anak-anak dan remaja saja namun kehadirannya harus juga dapat dinikmati oleh kalangan penyandang cacat dan juga orang tua usia lanjut. Sambutan awal yang menggembirakan dan perbaikan layanan fasilitas yang terus ditingkatkan ternyata masih belum berimbang dengan bergesernya pemanfaatan RTH. Kegiatan-kegiatan masyarakat perkotaan yang tidak memperhatikan kelestarian lingkungan mengakibatkan perubahan yang menurunkan kualitas lingkungan, sedikit pertanyaan apakah turunnya kualitas RTH sebagai akibat dari setiap masyarakat kota tidak memperhatikan atau mengetahui fungsi RTH.
Apa yang dimaksud dari bergesernya pemanfaatan RTH lebih mengarah pada ketidaknyamanan lingkungan sekitar, masalahnya dari beberapa RTH yang telah dibangun pemerintah daerah berada di dekat perkampungan penduduk misalkan RTH Sayu Wiwit atau pun juga RTH lainnya yang secara geografis berdekatan dengan perkampungan seperti RTH Maron Genteng. Pada awalnya sebelum adanya RTH Sayu Wiwit lokasi depan TMP merupakan lokasi pedagang kaki lima, aktifitas yang ada hanyalah kegiatan jual beli kuliner saja sekali tutup sudah tidak ada aktivitas kegiatan masyarakat kota lagi.
Berubahnya tata ruang perkotaan yang merubah wajah TMP menjadi kawasan RTH telah merubah bentuk fisiknya hingga menjadi ruang terbuka hijau sampai saat ini. Fasilitas pelengkap di RTH Sayu Wiwit ternyata menjadi salah satu RTH yang sering dikunjungi kalangan muda dan ternyata berakibat pada berubahnya fungsi RTH Sayu Wiwit dari fungsi awalnya. Saat ini boleh dibilang RTH Sayu Wiwit mengalami perubahan fungsi dari RTH yang sesungguhnya menjadi area nongkrong, trek-trekan yang hampir setiap malam sehingga menjadi sumber pengganggu bagi lingkungan masyarakat sekitar.

Menanyakan Peran Stakeholder
Bergesernya perubahan fungsi dari sebuah ruang terbuka hijau haruslah disadari oleh stakeholder mulai dari pemerintaha daerah, lembaga swadaya masyarakat (LSM) serta masyarakat yang langsung berhadapan dengan berbagai aktivitas masyarakat pengguna, jangan sampai begitu mudahnya membangun kawasan hijau namun melupakan kemungkinan kemungkinan perubahan fungsi setelah dibangunnya kawasan hijau.
Menjaga keutuhan dari fungsi RTH tidak akan terwujud selama adanya kekurangsadaran masyarakat umum dengan hadirnya RTH. Jika di kota Jakarta musuh utamanya adalah penggusuran dan bergesernya tata ruang yang memakan ruang terbuka hijau justru kota kecil seperti Banyuwangi musuh utamanya adalah prilaku masyarakatnya sendiri. Jika masyarakat kota Jakarta berjuang mewujudkan dihargainya pejalan kaki dengan tersedianya trotoar dan taman bermain, seharusnya Banyuwangi berjuang untuk bagaimana menjaga RTH yang aman, hijau dan lestari. Jika di Jakarta antusias sekali pejuang lembaga swadaya masyarakat (LSM) memperjuangkan tentang teraturnya tata ruang kota, harusnya Banyuwangi pun muncul LSM yang berjuang untuk lingkungan ruang terbuka hijau.

Kesimpulan
Kebutuhan masyarakat kota Banyuwangi pada ruang terbuka hijau merupakan kebutuhan vital mengingat fungsi RTH itu sendiri. Keberadaan RTH bisa saja bergeser dari fungsi semula karena ketidaksadaran dari berbagai kalangan mulai dari generasi mudanya, berubahnya fungsi RTH perlu disadari sejak dini sebagai upaya tindakan preventif dengan menyadari adanya nadi perubahan lebih baik sejak dini melakukan tindakan preventif yang tidak hanya dilakukan oleh pemerintah daerah namun juga peran serta LSM dan masyarakat yang langsung bersentuhan langsung.

Sabtu, 22 Oktober 2016

Belajar Trading Binary

Mudah Trading Dengan Indeks Volatilitas

     Trading dengan mempergunakan Indeks Volatilitas Digits merupakan sistem trading yang mudah namun di balik kemudahan itu ada resiko sampai sepuluh kali lipatnya jika trader mengalami loss. Banyak sekali teknik yang dipergunakan oleh trader-trader pemula dan tertarik mempergunakan sistem trading Indeks Volatilitas Digits.
     Open posisi (OP) yang dilakukan jika khawatir loss baiknya pergunakan dua kali opisi dengan tujuan meringankan resiko loss. Dalam ujicoba mempergunakan account virtual terkadang kita bisa saja OP lebih dari dua tapi pada kenyataan di account real kita bisa loss pada OP setelah ke dua.
     Bagaimana cara untuk mempergunakan Indeks Volatilitas Digits? Berikut prosesnya:
Indeks Volatilitas

  1. Pilih trading Indeks Volatilitas.
  2. Pilih sistem trading volatilitas digits.
  3. Pilih berapa tempo waktu yang digunakan bisa tik, menit, jam, dan hari. Isi kolom angka jika mempergunakan tik minimal 5.
  4. Perhatikan Statistik Digits Akhir, pastikan ketika warna grafik merah dalam posisi prosentase antara 3% - 5% lakukan eksekusi dengan merubah analisis digits terakhir dengan angka statistik, contoh angka grafik merah 9, maka klik analisis digits terakhir dengan angka 9.
  5. Jangan lupa tentukan berapa hasil yang akan diharapkan, pastikan ketika OP balance yang ditanggungkan antara 5%-10% untuk menghindari kerugian yang lebih besar.
     Bayangan kita selalu terbayangkan akan menang provit besar, tapi kita selalu lupa bahwa loss selalu hadir di depan mata, loss sampai sepuluh kali lipat ketika OP adalah yang paling menakutkan namun para tradhanter selalu lupa akan kekalahan yang selalu menghantui. Para trader selalu termakan nafsu untuk selalu provit provit dan provit.
     Bagi pemula sebelum anda kecewa dengan loss, latihlah untuk selalu bersabar dan tidak terburu buru mengejar provit, ketika latihan mempergunakan account virtual jadikan itu semua pendidikan trading sebaik mungkin. Jadikan account trading sebagai trading sungguhan sambil kita mencatat kebiasaan yang terjadi ketika kita trading. Banyak dari trader pemula yang sadar dan merasakan bahwa kesalahan itu karena keburu-buru dan tidak sabar.

Kamis, 20 Oktober 2016

Trading Mudah

Trading Mudah di Binary

https://www.binary.com/id/home.html?id=salamcell
     Bangaimana cara bertrading pasar Indeks Volatilitas? Binary.com menciptakan Indeks Volatilitas dimana anda dapat bertrading selama 24 jam tiap hari. Anda dapat trading pada semua jenis kontrak:
  • Rise/Fall
  • Higher/Lower
  • Touch/No Touch
  • In/Out (ends between/outside dan stays between/goes outside)
  • Asians
  • Digits
    Indeks Volatilias lebih lanjut sikategorikan menjadi dua jenis:
  • Indeks Berterusan
  • Indeks Reset Harian
     Indeks Berterusan binary.com adalah Indeks Volatilitas 10, Indeks Volatilitas 25, Indeks Volatilitas 50, INdeks Volatilitas 75 dan Indeks Volatilitas 100. Indeks ini sesuai dengan pasar yang disimulasikan menggunakan volatilitas konstan sebesar 10%, 25%, 50%, 75% dan 100%. Indeks Volatilitas 100 memiliki volatilitas ganda dibandingkan dengan indeks Volatilitas 50, dan empat kali lipat volatilitas berbanding Indeks Volatilitas 25.
     Indeks Reset Harian meniru pasar dengan trend bullish dan bearish menggunakan volatilitas yang konstan. Indeks Market Bull dan Market Bear dimulai pada 00:00 GMT setiap hari, mereplikasi masing-masing pasar bullish dan bearish. Indeks Volatilitas Binary.com didasarkan pada kriptografi generator angka random aman yang diaudit untuk kejujuran oleh pihak ketiga yang independen.
     Volatilitas bagi pemula seperti saya adalah salah satu cara trading yang mudah dengan keuntungan yang pasti, namun bukan berarti dalam strategi trading mempergunakan volatilitas selalu untuk, adakalanya mempergunakan volatilitas trading menyebabkan kita mengalami kerugian besar masalahnya adalah trading dengan volatilitas sekali loss dapat mencapai sepuluh kali lipatnya. Untuk itu berhati-hatilah mempergunakan volatilitas, sangat diakui begitu gampang tapi resiko selalu ada, selamat dan sukses.