Kamis, 23 Juni 2016

TRADING LAGI DI BINARY

Mengulang Kembali Trading Di Binary
"Anggaplah Kita Menabung Di Bank"


     Ini adalah deposit saya yang ke dua, transaksi deposit ke dua ini mempergunakan jasa transaksi dengan mempergunakan omahpoin. Sebelumnya saya pergunakan jasa transaksi dari medangold namun di pertengahan bulan juni 2016 medangold mengalami penutupan sehingga tidak dapat transaksi lagi.
     Trading kali ini mempergunakan modal yang tidak terlalu besar dengan modal yang dulu untuk modal yang lama saya pergunakan dana modal sebesar $ 20 dan mengalami kerugian padahal sebetulnya dalam perjalanan trading dengan mempergunakan platform indeks volatilitas - digits sempat mengalami keuntungan namunn karena terlalu terburu-buru/bernafsu mengejar keuntungan cepat dan besar berakibat tidak terkontrolnya balance modal yang di tradingkan waktu itu saya pergunakan dana trading lebih dari 5% dari modal yang saya miliki serta lebih serinng open posisi (OP) tanpa batas waktu.
     Untuk yang nerikutnya saya harus disiplin mempergunakan prosentase modal sebesar 5% saja, open posisi (OP) hanya maksimal 4 OP saja dengan memanfaatkan waktu seoptimal mungkin dari keseluruhan waktu yang dipergunakan tidak melebihi 10 open posisi, misalkan dalam melakukan trade di pagi hari kita lakukan 4 kali OP, siang hari karena sering terjadina kerugian kita gunakan 2 kali OP, selanjutnya untuk malam hari kita pergunakan 4 OP sehingga dalam satu hari kita OP sebesar 10 kali open posisi (OP).
     Akhirnya saya harus berfikir dari pada mengalami kerugian sebaiknya saya harus berfikir juga seakan=akan saya memiliki rekening bank dengan bentuk tabungan dollar dan keuntungan yang saya dapatkan karena modal tabungan kecil setidaknya keuntungannya juga kecil namun jika dihitung dengan teliti sebetulnya dana yang kita tradingkan di binary bisa lebih besar (hitungan untung) dari pada kita menyimpan uang di bank.
     Belajar dari beberapa fakta yang ditulis Dr. Van Tharp dalam buku Trade Your Way To Financial Freedom, beliau mengungkapkan:
  • kebanyakan profesional pasar yang sukses mencapai keberhasilan dengan mengontrol resiko. Mengontrol resiko akan melawan kecenderungan alamiah dalam diri manusia. Mengontrol resiko memerlukan kontrol diri yang sangat kuat.
  • kebanyakan spekulan yang sukses mempunyai tingkat kesuksesan 35-50 persen. Mereka sukses karena ukuran transaksi yang menguntungkan jauh melebihi kerugiannya. Ini memerlukan kontrol diri yang kuat.
  • Kebanyakan investor konservatif yang sukses adalah orang yang berprilaku berlawanan. Mereka melakukan apa yang orang lain takut laukan. Mereka mempunyai kesabaran dan keinginan untuk menunggu kesempatan yang tepat. Ini juga memerlukan kontrol diri.
mengontrol diri memerlukan komitmen yang kuat, komitmen yang kuat tumbuh dari rasa rugi dari akibat kita tidak disiplin, bernafsu untung dan tergesa-gesa. Sehingga diperlukan kesiapan mental yang baik yang dijadikan fondasi dalam mengambil setiap keputusan.
     Pada dasarnya melepaskan kerugian adalah masalah yang tidak gampang. Begitu juga halnya ketika menahan keuntungan untuk lebih maksimal. Untuk itu kita perlu memahami dari trader yang sukses adalah mereka yang dapat menguasai diri sendiri terhadap kecenderungan alamiah dalam diri manusia untuk menghadapi segala resiko.
     Memang benar apa yang dikatakan oleh trader-trader pendahulu kita, pengendalian diri sangatlah penting, rasa keinginan untuk dapat untung besar adalah wajar-wajar saja namun ketika kerugian menimpa hanya rasa sesal saja yang bisa diratapi, penyakit ini pun tidak akan hilang atau pun ada rasa jerah karena nafsu yang selalu dan terburu-buru untuk segera untung membawa nasib buruk berupa kerugian.
    

Rabu, 22 Juni 2016

KEGAGALAN TRADING BINARY

Sang Pemula: Belajar dari 
Kegagalan di Binary.com

Pastikan Kita Untung..!
     Penawaran berbagai jenis trading di Binary.com sangatlah beragam jenis platform yang ditawarkan, salah satunya adalah platform Indeks Random yang berganti nama Indeks Volatilitas - Digits. Indeks Volatilitas - Digits terdiri dari enam market/pasar yang ditawarkan yaitu volatilitas 100, volatilitas 75, volatilitas 50, volatilitas 25, Indeks Market Bull dan Indeks Market Bear. Bagi pemula trading mempergunakan platform Indeks Volatilitas - Digits adalah pilihan yang tepat namun disisi cepat mencapai sebuah keuntungan ternyata mudah sekali untuk rugi. Kita sebagai pemula sebaiknya harus betul-betul melakukan kajian/mempelajari dulu dengan baik sehingga tidak perlu terburu-buru untuk upgrade ke dalam akun riil, cukuplah dulu di akun virtual sampai benar-benar kita mengenali platform yang kita gunakan untuk trading. Khusus tulisan ini adalah berbagai pengalaman kegagalan ketika upgrade ke akun riil.
     Apa saja yang menyebabkan kita mengalami kegagalan di dalam akun riil? Berikut pengalaman pribadi penulis, salah satunya adalah:
  1. Modal, modal yang kita jadikan sebagai modal trading sebaiknya mempergunakan platform 5% dari keseluruhan modal yang kita miliki. Berdasarkan pengalaman ketika kita melakukan atau memasang modal untuk tradig di indeks volatilitas melebihi 5% maka kerugian di depan telah menunggu bagaimana tidak? Ketika kita mengalami kerugian dalam platform indeks volatilitas kita akan kehilangan sebesar 10 kali lipat dana yang kita dapatkan seandainya kita untung. Sehingga sebagai pemula ada baiknya kita perlu memperhatikan modal kita dan pasti kita juga harus disiplin dalam mempertahankan modal agar tetap untung. Misalkan kita memiliki modal 100 dollar sebaiknya kita pasangkan modal hanya 5% yaitu kita gunakan modal kita hanya 5 dollar saja.
  2. Prosentase Grafik, Biasanya dalam indeks volatilitas - digits ini grafik yang kita perhatikan adalah grafik berwarna merah, karena kita melakukan trading dengan pilihan differs dimana kita akan mendapatkan hasil jika digit terakhir berbeda dengan analisa yang kita tentukan. Dalam prosentase pada grafik warna merah hendaknya kita OP (open posisi) di kisaran prosentase grafik 3% - 4%, untuk prosentase 0% - 2% dan 5% - 6% kapasitas ruginya bisa lebih besar dari pada 3% - 4%.
  3. Selalu ganti Pasar, lebih baik kita sesegera mungkin menggati pasar dengan cara mencari pasar yang prosentasenya menguntungkan bagi kita. Misalkan kita di Indeks Market Bull, baiknya langsung kita ganti open posisi di pasar lainnya misalkan di volatilitas 25 begitu seterusnya.
  4. Berapa Kali Kita OP...? Pada saat posisi prosentase yang tepat untuk kita lakukan OP, baiknya diminimalisir jangan sampai melebihi 2 kali OP dalam satu pasar misalkan di volatilitas 100, baiknya anda cari volatilitas pasar yang lain untuk meminimalisir kerugian.
  5. Jangan Bermain-main dengan Waktu, waktu adalah uang itu kata pepatah dalam trading dengan platform volatilitas - digits ini sebaiknya anda harus disiplin dengan waktu, yaitu: a) Maksimal waktu yang dapat kita gunakan adalah 5 - 10 menit hal ini menandakan agar kita tidak terpancing untuk melakukan open posisi karena keasikan kita akan mengalami kerugian besar sebaiknya tahan dan jangan main-main dengan waktu, b) Waktu pagi hari saat pembukaan pasar sekira pukul 07.00 - 09.00 adalah waktu yang baik untuk OP, dan juga waktu di malam hari sekira pukul 20.30 - 22.00, untuk waktu yang rentan mengalami kerugian adalah jam-jam di luar waktu yang tersebut tadi hanya saja hal ini berdasarkan pengalaman pribadi saya saja dalam indeks volatilitas - digits.
  6. Jangan Gunakan Waktu di Hari Libur Trading, hal ini sangatlah penting mengingat dari berbagai bentuk kerugian yang dialami adalah pada saat libur trading.
Inilah beberapa hal yang dapat saya sampaika apa yang saya tuliskan ini merupakan pengalaman pribadi penulis saja tanpa adanya tendensi atau bermaksud melakukan diskriminasi beberapa pihak, murni dalam tulisan ini untuk mengajak pemula lebih berhati-hati dalam mempergunakan modal yang dimiliki. Akhirnya semoga kita bersama-sama sukses dalam trading di binary.com.


Kamis, 12 Mei 2016

GUBERNUR SULU DAN MISUARI

Pembebasan Sandera Abu Sayyaf
Tanpa Tebusan

Gubernur Sulu
     Gubernur Sulu, Filipina, Abdusakur “Totoh” Tan, mengatakan, pembebasan empat warga negara Indonesia (WNI) dari Abu Sayyaf dengan bantuan Kepala MNLF; Nur Misuari, dilakukan tanpa membayar uang tebusan. Tan menerima empat  WNI itu di rumahnya setelah dibebaskan kelompok Abu Sayyaf hari Rabu. Empat WNI itu adalah Mochammad Ariyanto Mijnan, Lorens Peter, Dede Irfan Hilmi, dan Samsir. Menurut Tan, Kepala Moro National Liberation Front (MNLF), Nur Misuari, untuk kedua kalinya berjasa dalam pembebasan WNI dari penyanderaan Abu Sayyaf. Dalam pembebasan empat WNI, Misuari bekerjasama dengan mantan jenderal Angkatan Darat Indonesia; Kivlan Zein.
      Empat WNI itu dibebaskan Abu Sayyaf di Kota Indanan. Mereka diculik Abu Sayyaf pada bulan lalu di laut lepas di Provinsi Tawi-Tawi, dekat perbatasan Sabah, sebelum akhirnya dibawa ke Provinsi Sulu.
”Itu persuasi MNLF dan upaya bersama dari militer, polisi, dan pemerintah daerah serta provinsi,” kata Tan yang menjadi Ketua Komite Manajemen Krisis Lokal, kepada The Manila Times.  ”Tidak ada uang tebusan yang dibayarkan untuk kebebasan orang Indonesia,” katanya lagi.  Tidak ada satu pun WNI yang berbicara kepada media. Sementara itu, Kivlan Zein memuji Misuari, Gubernur Tan dan Pemerintah Filipina atas peran mereka dalam mengamankan pembebasan empat WNI.  ”Kami berterima kasih saudara Nur, MNLF, Gubernur Tan dan Pemerintah Filipina serta semua orang yang membantu dalam mengamankan pembebasan para sandera,” katanya.
    Tan mengatakan empat WNI dibawa ke rumah sakit militer di Kota Jolo untuk menjalani pemeriksaan medis rutin sebelum diserahkan kepada para pejabat Pemerintah Indonesia di Jakarta.  Bulan lalu, Misuari juga berjasa membebaskan 10 WNI yang disandera oleh Abu Sayyaf.  Sampai saat ini, Abu Sayyaf—yang telah bersumpah setia kepada ISIS—masih menyandera empat warga  Malaysia, seorang pria Kanada, manajer resort asal Norwegia, seorang fotografer Belanda, dan pemburu harta karun asal Jepang di Filipina selatan. (sindonews)

Nur Misuari
     Bebasnya 10 warga negara Indonesia (WNI) yang disandera Abu Sayyaf beberapa pekan lalu dan empat WNI pada Rabu kemarin tak lepas dari peran penting, kepala Moro National Liberation Front (MNLF), Nur Misuari.Misuari, menurut pihak MNLF, turun tangan langsung melakukan negosiasi dengan kelompok Abu Sayyaf. Negosiasi yang dilakukan tanpa terdeteksi militer Filipina itu disebut-sebut bagian dari operasi senyap yang melibatkan mantan jenderal Angkatan Darat Indonesia, Kivlan Zein.
     Sosok Misuari bukan negosiator dan pejuang MNLF biasa. Dari data latar belakangnya, Misuari merupakan keturunan panglima dari Kesultanan Sulu. Dia pernah menjadi dosen di sebuah universitas ternama di Filipina sebelum terjun ke politik melalui MNLF. Nur Misuari lahir di Tapul pada tanggal 3 Maret 1939. Dia anak keempat dari sepuluh bersaudara. Ayahnya adalah Saliddain Misuari, yang bekerja sebagai nelayan, dan ibunya adalah Dindanghail Pining. Nur Misuari adalah keturunan langsung dari Panglima Mahabasser Elidji, seorang prajurit Tausug dan perwakilan dari Kesultanan Sulu, tokoh yang membantu pasukan Brunei di bawah kepemimpinan Sultan Muhyiddin selama perang sipil pecah di Kalimantan bagian utara.

Dosen dan Beristri 6
    Ayah Misuari pindah dari Tapul ke Jolo, Sulu, saat Misuari masih muda. Misuari sekolah di SD Jolo 1949-1955 dan melanjutkan ke jenjang lebih tinggi hingga tahun 1958. Keluarganya mengalami kesulitan keuangan dan tidak bisa membiaayai Misuari ke perguruan tinggi. Beruntung, Misuari dibantu gurunya mendapatkan beasiswa yang memungkinkan dia untuk belajar di Universitas Filipina di Manila.
    Misuari awalnya ingin menekuni bidang medis. Tapi, dia pindah haluan dan menuntut ilmu politik dan hukum saat semester kedua, mesk dia tahu ayahnya “membenci” profesi pengacara.
Misuari terkenal aktif dalam perdebatan politik di kampus dan meraih gelar sarjana di bidang Ilmu Politik dari Universitas Filipina pada tahun 1962. Dia kemudian melanjutkan studinya untuk meraih gelar master bidang ilmu politik tahun 1964 di Asian Center Universitas Filipina.
    Pada tahun 1964, Misuari mendirikan sebuah kelompok mahasiswa radikal yang dikenal sebagai Bagong Asya (New Asia). Bersama dengan Jose Maria Sison, dia juga mendirikan Kabataan Makabayan (Youth Patriotic). Salah satu kontriversi dari Misuari adalah dia disebut-sebut memiliki enam istri hingga 2015. Istri pertamanya adalah Desdemona Tan, yang meninggal karena sakit di Islamabad, Pakistan. Kakak dari Desdemona, Eleonora Tan kemudian menjadi istri keduanya. Istri ketiga dan keempat adalah Tarhata Ibrahim dan Maimona Palalisan. Sherry Rahim menjadi istri kelima. Identitas istri keenam tidak diketahui.
Melalui mentornya, Dr. Cesar Adib Majul, Misuari menjadi dosen di Universitas Filipina di bidang ilmu politik pada Juli 1966. Dia pensiun dari kampus pada tanggal 15 November 1968.

Gerakan Mindanao Merdeka
    Pada tahun 1960, Misuari membantu mendirikan gerakan Mindanao Merdeka. Tujuannya, mendirikan sebuah negara merdeka di Filipina selatan. Gerakan Kemerdekaan Mindanao inilah yang melahirkan Moro National Liberation Front (MNLF) yang berusaha melakukan reformasi politik di tubuh Pemerintah Filipina.
Cita-cita reformasi belum berhasil, MNLF di bawah kepemimpinan Misuari, kemudian terlibat dalam konflik militer melawan Pemerintah Filipina dan pendukungnya antara 1972-1976. Perlawanan militer kepada pemerintah mantan Presiden Ferdinand Marcos tidak menghasilkan otonomi untuk rakyat Moro. Misuari lantas berangkat ke Arab Saudi hidup di pengasingan. Dia kembali ke Filipina setelah Marcos telah digulingkan saat revolusi pecah tahun 1986.
    Perjanjian Tripoli yang ikut ditandatangani Marcos dilanggar. Misuari dan MNFL-nya kembali menandatangani perjanjian damai dengan Pemerintah Filipina di bawah Presiden Fidel Ramos pada 1990-an. Perjanjian ini menghasilkan daerah otonom untuk Moro dengan Misuari menjadi gubernurnya.

Ditangkap, Dituduh Teroris
     Setelah menjabat gubernur pada tahun 1996, Misuari memimpin pemberontakan terhadap Pemerintah Filipina pada November 2001, namun gagal. Dia melarikan diri ke Sabah, Malaysia. Selama di Sabah, istri ketiganya Tarhatta bersama-sama dengan tiga anaknya diizinkan Pemerintah Malaysia untuk mengunjunginya. Pemimpin Moro Islam Liberation Front (MILF) kala itu menyarankan Pemerintah Malaysia untuk mengirim Misuari ke Arab Saudi atau Libya untuk menghindari "penganiayaan politik" oleh Pemerintah Filipina. Namun, Malaysia pada saat itu dipimpin Perdana Menteri Mahathir Mohamad menolak. ”Kita tidak bisa menghiburnya dengan suaka, di mana Misuari tidak menggunakan kekuatannya dengan benar meskipun kami memberikan dukungan baginya di masa lalu untuk tawaran tentang otonomi yang menciptakan Wilayah Otonomi Muslim Mindanao (ARMM),” kata Mahathir kala itu.
Misuari kemudian dideportasi ke dan jabatannya di Mindanao dilucuti oleh Pemerintah Presiden Gloria Macapagal-Arroyo tahun 2001. Tragisnya, Misuari ditangkap pada tahun 2007 atas tuduhan terorisme. Pada tanggal 20 Desember 2007, jaminan 100 ribu peso untuk Misuari dan tujuh terdkawa lainnya ditolak dan dia menjadi tahanan rumah di Manila. Pada tanggal 25 April 2008, jaminan untuk Misuari diterima. Menurut sumber di Moro, Misuari adalah "pemimpin karismatik" yang memegang kekuasaan besar atas masyarakat adat di Mindanao. Namun dia kalah untuk mendapatkan dukungan ini karena salah urus dan maraknya pejabat yang korupsi selama Misuari menjabat sebagai gubernur untuk ARMM. (sindonews)


 

Senin, 02 Mei 2016

SANDERA ABU SAYYAF BEBAS

Drama Terbebasnya Sandera
Abu Sayyaf di Filipina

10 WNI korban sandera
     Proses pembebasan 10 anak buah kapal (WNI) asal Indonesia dari tangan kelompok teroris Abu Sayyaf menyisakan pertanyaan. Sebab, para korban itu diterbangkan ke Indonesia menggunakan pesawat milik salah satu tokoh politik di Indonesia.
     Kenapa negara enggak menyiapkan pesawat? Itulah yang harus dipertanyakan, apa alasannya?‎," tanya Ray Rangkuti kepada Okezone di Jakarta, Senin (2/5/2016). Menurutnya, pemerintah perlu menjelaskan alasan para sandera tersebut diterbangkan tidak dengan pesawat milik pemerintah. Jika tidak, maka akan muncul berbagai kecurigaan dari masyarakat.
     "Itu yang harus diberi penjelasan soal kenapa proses penjemputannya tidak dipakai pesawat milik pemerintah, publik juga perlu tahu agar transparan," tukasnya.
Diketahui, 10 WNI tersebut sudah tiba di Jakarta kemarin malam, Minggu 1 Mei 2016. Mereka kemudian langsung dibawa ke RSPAD Gatot Subroto untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.
    Wakil Ketua Komisi I DPR Hanafi Rais mengapresiasi jajaran pemerintah yang berhasil membebaskan 10 anak buah kapal (ABK) asal Indonesia yang disandera oleh kelompok teroris Abu Sayyaf di Perairan Filipina. Pembebasan itu sukses dilakukan karena diplomasi multijalur. Artinya, para WNI bisa kembali ke Tanah Air berkat kerja sama dari berbagai pihak, seperti pemerintah, aktivis perdamaian hingga kelompok pemuka agama.
    "Kemudian juga tentu kelompok swasta perusahan sendiri yang punya tanggung jawab utama untuk membebaskan sandera karena itu ABK mereka," ujar Hanafi saat dihubungi Okezone di Jakarta, Minggu (1/5/2016) malam. Oleh karena itulah, Hanafi tak mau nantinya ada pihak yang cari panggung dalam kasus ini. Apalagi nantinya dimanfaatkan untuk kepentingan politik.
    "Kita ingin mendengar cerita yang sebenarnya bagaimana, karena kita juga tidak ingin hasil kerja multijalur seolah-olah diklaim secara politik oleh salah satu pihak. Ini sebaiknya kita apresiasi bersama, semua punya peran, tidak perlu diklaim," tegasnya. Meski begitu, Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini tak mau mengungkapkan pihak yang dimaksudnya secara gamblang. "Ya biasalah, ada yang pengen manggung. Kepada siapapun, ini kan soal nyawa manusia jangan dipolitisasi," sindirnya.


     Salah satu negosiator yang ikut dalam pemulangan 10 warga negara Indonesia yang disandera oleh perompak di Filipina pimpinan Abu Sayyaf menganalogikan peristiwa tersebut sebagai "ulah nakal anggota keluarga."(liputan6) "Intinya ini ada anak nakal dalam satu keluarga. Nah, bagaimana kita komunikasi dengan itu," kata negosiator Eddy Mulya sebagai Minister Counsellor, Koordinator Fungsi Politik dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Manila, Filipina, saat ditemui di Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, seperti dikutip Antara, Senin (2/5/2016).
      Ia menekankan bahwa pembebasan 10 WNI tersebut murni atas hasil negosiasi tanpa adanya uang tebusan. "Ini full negosiasi. Ada sahabat saya Pak Baidowi dengan teman-teman mereka yang atur, kita tindak lanjutnya," tutur Eddy. Dia mengungkapkan bahwa pendekatan yang dilakukan lebih kepada hubungan antarpersonal yang sudah terjalin melalui kerjasama pendidikan.
Dalam hubungan tersebut ada seseorang yang dituakan dan dihormati bersama sehingga menghasilkan perundingan pembebasan sandera 10 WNI.

      Eddy tidak mau menyebut apabila negosiasi yang dilakukan berkaitan dengan adanya utang budi pihak penyandera dengan tim negosiasi yang dipimpin Baidowi. "Kita nggak ada utang budi. Jangan berpikiran negatif. Kita kerja sama sesama umat Islam," jelas dia. Dalam siaran pers yang diterima disebutkan bahwa pembebasan sandera dilakukan atas kerja Tim Kemanusiaan Surya Paloh yang merupakan sinergi gabungan jaringan pendidikan Yayasan Sukma atau Sekolah Sukma Bangsa di Aceh, pimpinan Ahmad Baidowi.
      Namun Eddy mengatakan dirinya tidak bisa menceritakan secara detil tentang proses penyanderaan hingga pembebasan 10 WNI yang merupakan anak buah kapal Brahma-12. Dia juga enggan menjawab pertanyaan apakah motif penyanderaan murni uang tebusan. Sementara, menurut negosiator yang mewakili perusahaan, Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zein dirinya bernegosiasi dengan kelompok Abu Sayyaf sejak 27 Maret 2016. Sejak hari itu, kata Kivlan pihaknya terus melakukan pendekatan atas nama perusahaan PT Patria Maritime Lines. Kivlan juga mendapat bantuan dari pihak lokal di Filipina.
      Terutama, kata Kivlan, bantuan itu diberikan oleh Gubernur Sulu Abdusakur Tan II yang merupakan keponakan pimpinan Moro National Liberation Front (MNLF) Nur Misuari. Bantuan itu sangat berguna karena penculiknya Al Habsyi Misa merupakan mantan supir dan pengawalnya saat menjadi Gubernur Otonomi Muslim in Mindanao atau ARMM pada 1996-2001. "Maka, saya sebagai wakil perusahaan meminta bantuannya untuk membujuk sang penculik WNI, dan berhasil membujuknya," kata Kivlan.
      Sementara itu, anggota Badan Intelijen Strategis (Bais) dan intel Filipina mendekati kepala desa, camat, wali kota dan gubernur Sulu untuk membujuk penculik. Mereka juga mengancam akan melakukan serangan militer dan pemboman kepada kelompik militan itu. Dengan negosiasi dan tekanan itu, maka kelompok Abu Sayyaf melepaskan sandera WNI