Kamis, 28 Februari 2013

GURU TIK DAN KURIKULUM 2013

Menunggu Sebuah Kebijakan
Ataukah Kebajikan dari Pak Menteri?

LAB. TIK SMP Negeri 2 Banyuwangi
Tulisan ini hanyalah sebuah ungkapan hati tentang akan diberlakukannya Kurikulum 2013 nanti, baru kali ini saya merasakan begitu berat menerima sebuah pembaruan dari pada Kurikulum, masalahnya bukan apa. Rasa itu adalah berubahnya sebuah kurikulum yang menghapus TIK sebagai mata pelajaran yang tidak berdiri sendiri. Seluruh guru TIK untuk saat ini saya yakin memiliki rasa prasangka ang sama dengan yang saya miliki.

Dengan dihapuskannya TIK, dikatakan oleh menteri bukan berarti meniadakan TIK tetapi menjadikan TIK terintegrasi ke semua mata pelajaran dan diharapkan TIK menjadi media belajar bagi guru. Saya rasa jelas sekali yang dikatakan oleh pak menteri kalau pelajaran TIK dihapus, yang tentunya meninggalkan masalah besar seperti akan dimanakan guru TIK? Dalam sosialisasi Kurikulum 2013 di Gresik, telah terungkap pak menteri mengatakan karena guru TIK banyak yang bukan dari TIK murni maka dihimbau untuk guru TIK kembali mengajar sesuai bidangnya. Pernyataan ini sebetulnya menyepelekan masalah saja, karena banyak dari teman guru TIK termasuk saya yang saat ini sudah melakukan penyesuaian ijazah bahkan saya tempuh tiga tahun.

Tentang bagaimana Kurikulum 2013 sendiri memandang TIK nantinya juga masih tidak ada kejelasan, pasalnya dari kementrian juga sama sekali tidak memberikan arahan, petunjuk yang dapat mendinginkan suasana hati teman -teman guru TIK. Saya rasa apa yang kita berikan pada siswa masih jauh dari harapan, berbagai usaha untuk menjadikan siswa melek TIK juga sangat keras kita usahakan. Katakanlah guru TIK harus menyesuaikan perangkat komputer mulai dari type ATX ke pentium sampai saat ini komputer type i... sungguh pengabdian yang tidak ternilai dan tidak ada nilainya di hadapan pak menteri.

3 komentar:

mast3raka mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Bejo Ndeso mengatakan...

Pak, saya juga korban dari kebijakan ini. Barangkali ada Grup/Persatuan Korban Kebijakan Pemerintah yang seperti ini, kalau ada saya ikutan gabung. Kalau belum ada, ayo kita buat.


Catatan: pada pedoman sergur 2012 dinyatakan boleh mengikuti sergur yang tidak sesuai ijazah bila telah 5 (lima) tahun lebih mengajarkan mata pelajaran tersebut. -> harapan manis berdasarkan tahun lalu. Tapi sekarang (2013) kok malah berubah lagi peraturannya bagi yang ijazah S1 tidak sama dengan mapel yang mau disertifikasi? Peraturan ini sudah menjadikan saya dan guru yang senasib lainnya menjadi KORBAN KEBIJAKAN PEMERINTAH.

ARIF RUDIYANTO mengatakan...

https://www.facebook.com/groups/aktikknas/1428249097430602/?notif_t=group_activity