Minggu, 30 September 2012

PENDIDIKAN

Kurikulum Baru, IPA-IPS Dihapus

Dua pelajaran di bangku Sekolah Dasar (SD) yang diajarkan mulai kelas satu yaitu Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sebentar lagi akan menjadi kenangan hal ini disebabkan pada kurikulum baru yang diberlakukan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)'pada tahun ajaran 2013/2014 dua mata pelajaran tersebut dihapus atau digabung dengan pelajaran lain.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Kabalitbang) Kemendikbud Khairil Anwar digedung Kemendikbud Jakarta, tanggal 27 September. Dia mengatakan, dari hasil diskusi di kementerian, pelajaran di sekolah tingkat dasar lebih ditekankan kepada bagaimana membentuk anak yang disiplin, jujur, dan bersih.

Perubahan ini terkait dengan revisi kurikulum pendidikan nasional yang sudah tidak mengikuti perkembangan zaman. Penghapusan dua mata pelajaran itu juga sebagai akibat pengurangan jam belajar. Mata pelajaran yang nantinya diberikan pada pelajar SD adalah pelajaran agama, pendidikan kewarganegaraan (PKn), Pancasila, bahasa Indonesia, dan matematika dasar saja. Penyederhanaan mata pelajaran ini tetap disesuaikan dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar (SKKD).
(sumber: Jawa Pos, Jumat 28 September 2012)

Minggu, 26 Agustus 2012

TRADISI SILATURAHIM ANAKKU
 HILANG DI HARI RAYA FITRI

Seperti pada tahun-tahun yang lalu tradisi silaturahim pada tetangga, kolega, teman, sahabat, dan keluarga seperti biasa terjalin dalam istilah halal bihalal, boleh dikatakan tradisi halal bihalal merupakan sebuah tradisi yang sejak lama terwujud mana kala mulai ditradisikan olehKGPAA  Mangkunegara I atau yang lebih biasa disebut Pangeran Sambernyawa. Dalam sejarahnya sanng pangeran merasakan lebih praktis dan hemat waktu jika kegiatan silaturahmi pada hari raya dilaksanakan setelah pelaksanaan Shalat Id yang kelanjutan dan perkembangannya telah menjadi tradisi dan diikuti oleh organisasi-organisasi Islam sampai saat ini.

Hanya saja ada yang berubah pada saat ini, kalau dulu semasa saya masih duduk di sekolah dasar sekitar tahun delapan puluhan masih teringat tradisi halal bihalal ke tetangga hingga ke guru dilakukan bersama-sama dengan teman, ataupun tetangga dengan beramai-ramai dan lebih astiknya adalah dapat "angpao" tentunya. Namun kegiatan seperti ini sudah tidak tampak pada anak-anaku saat ini, meskipun saya melakukan pendekatan untuk bergabung dengan anak tetangga dan melakukan halal bihalal sendiri tanpa didampingi orang tua ternyata masih saja belum berhasil.

Apa mungkin anak-anak kita saat ini memang sudah terenggut waktu bermainnya? Yang saat ini anak kita jika kita perhatikan lebih banyak pada menonton TV, main PS, main Game, atau sibuk les setelah pulang sekolah. Hal ini jauh berbeda dengan saat saya masih duduk di bangku sekolah dasar kira-kira duapuluh lima tahun yang lalu. Sehingga yang terjadi anak lebih egocentris memandang dirinya sendiri.

Kamis, 28 Juni 2012

BULAN SIBUK

Sekolah dan Kecap Nomer Satu

     Bulan tersibuk bagi sekolah puncaknya adalah bulan April sampai dengan Juli, bulan-bulan tersebut tentunya berkaitan dengan ujian nasional, penerimaan siswa baru dan saat bagi guru untuk segera menyelesaikan administrasi sekolah untuk satu, dua semester ke depan. Ada hal yang berkesan saat-saat di dalam bulan tersibuk tersebut dimana pada bulan ujian nasional begitu tegangnya mulai dari guru sampai siswa bahkan stakeholder sekolahpun berusaha menyibukkan diri demi kesuksesan anak didik. Bahkan yang miris segala cara ditempuh mulai dari mistis sampai religi, mulai dari bimbingan sampai contek masal. Celakanya kegiatan tersebut berlangsung terus menerus meskipun korban-korban berjatuhan karena ketidak jujuran, yang menyedihkan jargon ujian nasional yang jujur dan bermutu seakan-akan lewat begitu saja.
     Setelah pengumuman kelulusan lewat banyak sekali terjadi kejutan yang aneh-aneh, diantaranya:
  1. Sekolah yang secara akademis tidak menonjol ternyata memiliki siswa yang memiliki nilai ujian nasional tertinggi.
  2. Kota yang pendidikannya relatif maju dan serba lengkap sarana belajarnya, ternyata masih kalah dengan sekolah pinggiran, bahkan kota yang menjadi barometer kemajuan pendidikan masih kalah dengan kota yang tidak diunggulkan dalam hal kemajuan pendidikannya.
  3. Sekolah SBI, RSBI, ataupun SSN ternyata hasil ujiannya kalah jauh dengan sekolah reguler.
     Inilah fenomena aneh untuk hasil ujian nasional saat ini, ada apa di dalamnya? Tentunya kata kunci jujur yang tidak terpatri dalam diri dunia pendidikan, kita yakin siswa dengan nilai absolut 100 dalam bidang studi bahasa inggris misalnya belum tentu berbahasa inggris bagus, atau mata pelajaran eksak 100 juga bukan jaminan siswa hafal perkalian atau pembagian desimal. Anehnya sekolah tidak mau tahu dengan sikap kejujuran yang penting siswa mendapatkan nilai ujian baik, meskipun melakukan kecurangan seperti mengangkat nilai ujian sekolah dengan skala perbandingan yang luar biasa, melakukan praktek perjokian dengan banyak cara. Apakah ini dapat dikategorikan menolong siswa? Ataukah sekedar menjebak siswa untuk selalu bergantung pada bantuan orang lain? Sungguh perbuatan seperti ini sangat merusak mental anak didik kita di masa mendatang. Sangat ironis. Sekolah mengunggulkan kemampuannya seperti iklan kecap yang selalu nomor satu.
    


Jumat, 18 Mei 2012

GURU REBUTAN JAM MENGAJAR

Terbitnya SKB 5 Menteri untuk mengatasi distribusi guru secara nasional mengakibatkan semrawutnya penataan jam mengajar, pasalnya ketentuan mengajar 24 jam/minggu tidak dapat sepenuhnya memenuhi kebutuhan guru terutama bagi mereka yang sudah menerima sertifikasi. Mengapa demikian? Pertentangan yang terjadi intinya hanya pada jam tatap muka mengajar guru, permasalahannya adalah dengan terbitnya  SKB 5 Menteri yang didahului dengan terbitnya Permendiknas No. 30 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Perattran Menteri Pendidikan Nasional No. 39 Tahun 2009, dalam Pasal 5 permendiknas tersebut ada beberapa jam untuk guru yang tidak diakui, seperti:
  1. pengajaran yang sesuai dengan rumpun mata pelajaran
  2. menjadi tutor program paket A, B, C dan Kejuruan
  3. menjadi guru pamong di sekolah terbuka
  4. menjadi guru inti/instruktur MGMP
  5. membina kegiatan ekstra
  6. membina pengembangan diri
  7. melakukan pengajaran bertim
  8. melakukan pengajaran remidi
Sehingga apa yang terjadi di tingkat ujung tombak pendidikan (guru) yang terjadi adalah:
  1. terjadinya kres antara guru senior dan yunior yang merasa memiliki hak untuk mengajar 24 jam
  2. terjadinya diskriminasi jam antara kepala sekolah, wakasek dengan guru yang menjadi wali kelas, pembina osis, pembina ekstra dan pembina pengembangan diri.
  3. terjadinya pengkerdilan kreativitas guru, seperti tidak adanya penghargaan jam pada pembinaan ekstra menyebabkan guru tidak memiliki semangat, karena yang diutamakan adalah tuntutan untuk tetap mengajar.
  4. terjadinya penyempitan kesempatan guru dalam mengembangkan karir yang lebih tinggi, terutama guru yang mengikuti pendidikan dan mengembangkan kemampuan lebih tinggi harus melepas jam mengajar, sehingga guru yang bersangkutan harus rela tidak menerima tunjangan sertifikasi.
  5. terjadinya kekhawatiran antara guru tidak tetap (gtt), guru sekolah swasta yang nantinya harus keluar atau kekurangan jam mengajar.
  6. terjadinya beban mobilitas yang berat bagi guru yang harus imbas ke luar sekolah karena beban mengajar dan penyesuaian lingkungan yang lumayan berfariasi.
Sepatutnya kita renungkan apa yang diungkapkan oleh Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia yang mengungkapkan, " Dengan adanya SKB 5 Menteri ini, beban mengajar guru benar-benar diberlakukan untuk tatap muka minimal 24 jam/minggu dan maksimal 40 jam/mhnggu. Beban kerja ini hanya di depan kelas saat mengajar siswa. Akibatnya, para guuru banyak yang kekurangan jam mengajar," kata Retno Listiyani di Jakarta, Minggu 11 Maret 2012. Hal senada juga disampaikan Sekjen Federasi Guru Independen Indonesia (FGII).

"Anda perlu referensi SKB 5 Menteri?" SILAHKAN CLICK DISINI !

Sabtu, 18 Februari 2012

TIDAK PERCAYA DIRI

VALENTINE DAY
(KITA PUNYA TAPI TIDAK PD)
oleh: Ahmad Amin Udin

Valentine Day, pada dasarnya anak muda yang merayakannya menunjukkan rasa tidak percaya diri pada budaya sendiri. Secara historis keberadaan hari Valentine tidak ada dan tidak pernah terdapat dalam kamus agama, budaya bangsa manapun. Hanya saja kepopulerannya ternyata lumayan luar biasa hingga merasuki semua jiwa generasi muda bangsa ini.


Beberapa referensi menyebutkan bahwa hari valentine merupakan hari kasih sayang yang dirayakan oleh bangsa romawi di abad 17sebagai ungkapan rasa sayang pada dewa romawi waktu itu. Bangsa Romawi merayakannya pada bulan Februari.


Nah...bagaimana dengan bangsa Indonesia yang memiliki banyak kisah sastra dari pujangga lama sampai sastrawan angkatan 60-an? Bisakah generasi menyaingi kemahsyuran hari Valentine? Bangsa ini punya budaya dan punya karakter yang berbeda dengan bangsa barat, marilah kita wujudkan rasa sayang kita bukan hanya sebatas seperti efek negatifnya valentine, gambaran anak mudah hari valentine tidak hanya dengan memberikan bunga, kartu ucapan, sms indah bahkan sudah terlalu jauh dari norma agama yaitu "pergaulan bebas".



Kamis, 08 Desember 2011

MUSIBAH DATANG BUKAN KARENA BULAN SURO

Ingatlah bahwa setiap kesialan atau musibah yang menimpa, sebenarnya bukanlah disebabkan oleh waktu, orang atau tempat tertentu! Namun, semua itu adalah ketentuan Allah Ta’ala Yang Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya.


Satu hal yang patut direnungkan. Seharusnya seorang muslim apabila mendapatkan musibah atau kesialan, hendaknya dia mengambil ibroh bahwa ini semua adalah ketentuan dan takdir Allah serta berasal dari-Nya. Allah tidaklah mendatangkan musibah, kesialan atau bencana begitu saja, pasti ada sebabnya. Di antara sebabnya adalah karena dosa dan maksiat yang kita perbuat. Inilah yang harus kita ingat, wahai saudaraku. Perhatikanlah firman Allah’Azza wa Jalla (yang artinya), ”Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri.” (QS. Asy Syuraa [42] : 30)


Syaikh Sholih bin Fauzan hafizhohullah mengatakan, ”Jadi, hendaklah seorang mukmin bersegera untuk bertaubat atas dosa-dosanya dan bersabar dengan musibah yang menimpanya serta mengharap ganjaran dari Allah Ta’ala. Janganlah lisannya digunakan untuk mencela waktu dan hari, tempat terjadinya musibah tersebut. Seharusnya seseorang memuji Allah dan bersyukur kepada-Nya serta ridho dengan ketentuan dan takdir-Nya. Juga hendaklah dia mengetahui bahwa semua yang terjadi disebabkan karena dosa yang telah dia lakukan. Maka seharusnya seseorang mengintrospeksi diri dan bertaubat kepada Allah Ta’ala.” (Lihat I’anatul Mustafid dan Syarh Masa’il Jahiliyyah)


Jadi, waktu dan bulan tidaklah mendatangkan kesialan dan musibah sama sekali. Namun yang harus kita ketahui bahwa setiap musibah atau kesialan yang menimpa kita sudah menjadi ketetapan Allah dan itu juga karena dosa yang kita perbuat. Maka kewajiban kita hanyalah bertawakkal ketika melakukan suatu perkara dan perbanyaklah taubat serta istighfar pada Allah ’Azza wa Jalla.

Sabtu, 29 Oktober 2011

SEBUAH PERTANYAAN DARI SANG IMAM GHAZALI

Suatu hari, Imam al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu Imam beliau bertanya bebeapa hal. Pertama, “Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?. ”

Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman, dan kerabatnya. Imam al-Ghazali menjelaskan semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah “Mati”. Sebab itu sudah janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. (QS. Ali Imran 185)

Lalu Imam al-Ghazali meneruskan pertanyaan yang kedua. “Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?”.

Murid-muridnya ada yang menjawab negara Cina, bulan, matahari, dan bintang-bintang. Lalu Imam al-Ghazali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan adalah benar. Tapi yang paling benar, ujarnya, adalah “MASA LALU.”

Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.

Lalu Imam al-Ghazali meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga. “Apa yang paling besar di dunia ini?”.

Murid-muridnya ada yang menjawab gunung, bumi, dan matahari. Semua jawaban itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah “Nafsu” (QS. Al- a’araf: 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.

Pertanyaan keempat adalah, “Apa yang paling berat di dunia ini?”.

Ada yang menjawab baja, besi, dan gajah. Semua jawaban sampean benar, kata Imam Ghozali, tapi yang paling berat adalah “memegang AMANAH” (QS. Al Ahzab 72). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi kalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak bisa memegang amanahnya.

Pertanyaan yang kelima adalah, “Apa yang paling ringan di dunia ini?”.

Ada yang menjawab kapas, angin, debu, dan daun-daunan. Semua itu benar kata Imam al-Ghazali. Namun menurut beliau yang paling ringan di dunia ini adalah ‘meninggalkan SHALAT’. Gara-gara pekerjaan kita tinggalkan shalat, gara-gara meeting kita juga tinggalkan shalat.

Lantas pertanyaan keenam adalah, “Apakah yang paling tajam di dunia ini?”.

Murid-muridnya menjawab dengan serentak, pedang. Benar kata Imam al-Ghazali. Tapi yang paling tajam adalah “lidah MANUSIA”. Karena melalui lidah, manusia dengan gampangnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.

Rabu, 13 Juli 2011

KIAT KEIMANAN HIDUP

MENJAGA DAN MENINGKATKAN KEIMANAN
KEPADA ALLAH SWT
Menurut: DR. Fathi Yakan

1. Melakukan 12 rakaat Sholat Sunnah Rawatib

Faedahnya : Alloh SWT akan membangunkan sebuah rumah di sorga bagi orang-orang yang senatiasa melakukannya. Seperti sabda Rasululloh.”Siapa yang sholat setiap hari 12 rokaat, maka Alloh akan membangunkan sebuah rumah untuknya di sorga”( HR.Muslim)

2. Melakukan Sholat 2 rakaat waktu malam

Faedahnya : Doa dikabulkan, Dosa diampuni dan kebutuhannya dipenuhi.

Rasululloh SAW bersabda : “ Rabb Kami Tabaroka wa Ta’ala setiap malam turun ke langit bumi di sepertiga malam terakhir. Dia berfirman “ Siapa yang berdoa maka akan Aku kabulkan, siapa yang meminta akan Aku beri, dan siapa yang meminta ampun kepada-Ku akan Aku ampuni” (HR Bukhari)

3. Melakukan sholat Dhuha 2,4 atau 8 rakaat.

Faedahnya : Setara dengan sedekah yang harus kita penuhi untuk setiap persendian kedalam setiap hari.

Rasululloh SAW Bersabda, “Disaat pagi setiap persendian seseorang diantara kalian membutuhkan sedekah. Maka setiap tasbih, tahmid, tahlil, takbir menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemunkaran adalah sedekah. Dan itu dapat disetarai dengan 2 rakaat yang dilakukan diwaktu dhuha.” ( HR. Muslim)

4. Membaca Surat Al-Mulk

Manfaatnya : Menyelamatkan dari azab kubur.

Rasululloh SAW bersabda :” sesungguhnya ada sebuah surat dalam Al_Quran yang terdiri 30 ayat, akan member syafaat pada seorang yang membacanya hingga ia diampuni.(Hadist Hasan, Riwayat Tirmidzi dan Ahmad )

5. Membaca Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syarikalahu, lahul mulku walahul hamdu, wahua alaa kulli syai’in qadiir,” 100 kali setiap hari

Manfaatnya : setara dengan membebaskan 10 budak, dicatat sebagai 100 kebaikan, menghapus dosa(kecil) dan sebagai benteng dari syetan. ( HR. Muslim)

6. Membaca Sholawat atas Nabi SAW.

Manfaatnya : Dijauhkan dari sifat kikir.

Rasululloh SAW bersabda,” siapa yang nersholawat atasku satu sholawat maka Alloh akan bersholawat untuknya 10 kali dengannya. (HR MUSLIM)

7. Selalu beristighfar karena istighfar dapat menghilangkan kesulitan dan meluaskan rejeki. Rasulullah bersabda, “ siapa yang selalu beristighfar maka Alloh akan memberi jalan dari setiap kesulitan dan kegundahannya dan member rejeki dari arah yang tidak disangka sangka( HR, Abu Dawud, Ibnu Majah dan Al Haakim )